Final Bulutangkis Kharisma Cup 2021 RW 07 Jelupang, Akan Menyajikan Partai Sengit Antar Musuh Bebuyutan

waktu baca 4 menit
Sabtu, 11 Sep 2021 23:45 321 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Turnamen Bulutangkis Karisma Cup 2021 di RW 07 Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, kian mendekati finish. Ibarat lomba MotoGP, dua putaran terakhir adalah babak Semi final partai sengit yang sangat menentukan untuk meraih podium juara. Dan biasanya para pemain akan tampil habis-habisan dan mengerahkan segala daya upayanya untuk dapat menyingkirkan lawan-lawannya. Hal itu disampaikan oleh H. Masruri selaku Ketua RW 07 Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara pada Sabtu (11/9/2021) pagi.

Analogi tersebut menurut H. Masruri sebangun dengan partai Semifinal Karisma Cup 2021 di RW 07 ini. Dua partai semifinal yang berlangsung pada Jum’at (10/9/2021) malam, menghadirkan tontonan seru dan mendebarkan. Sebuah Pertarungan penuh Gengsi yang menyedot perhatian dan emosi banyak kalangan di RW 07.

Di semifinal partai pertama, Win/Hadi ditantang oleh pasangan Bekti/Aris. Partai ini berjalan sangat ketat dengan perolehan skor berkejar-kejaran. Ketat, karena kedua pasangan ini memiliki kekuatan yang relatif berimbang. Sungguh tidak mudah memperkirakan pasangan mana yang akhirnya akan memenangkan partai sengit ini untuk melenggang ke partai puncak yaitu final. 

Hadi dan Bekti adalah teman sepermainan, dan dulu keduanya sama-sama mendapatkan sentuhan tangan dingin Yosep pelatih legendaris di republik ini. Seiring waktu, keduanya berkembang sangat pesat. Pukulan-pukulan mereka komplit dengan kematangan bermain yang patut dibanggakan.

Kini Hadi sudah married dan tinggal di Depok. Meskipun begitu, secara berkala dia masih sering datang ke Griya Asri. Bermain Bulutangkis bersama Bekti, baik sebagai partner maupun sebagai lawan. Singkatnya, hubungan persahabatan mereka masih terjalin baik hingga sekarang.

Baca Juga : Wabup Buka Final Lomba Bercerita Rakyat Tangerang

Lawan Budi/Diaz di babak semifinal adalah pasangan Naufal/H. Tori. Pasangan yang disebut terakhir ini adalah pasangan yang paling awal lolos dari babak penyisihan dengan skor dua kemenangan mencolok. Di perempat final Naufal/H.Tori secara gemilang menumbangkan pasangan tangguh lainnya yaitu Ahmad/Budi 31. Skornya pun tidak main-main: 30 – 15.

Naufal adalah Rising Star sejati 7 turnamen Kharisma Cup 2021 ini. Seorang bintang muda yang bersinar terang dengan prestasi yang melesat bak meteor. Sungguh akan sangat mengasikkan menonton Naufal bermain. Pukulannya sangat lengkap. Bahkan tidak jarang dia mengeluarkan pukulan-pukulan yang cenderung aneh. Kelihatannya sederhana tapi lawan sering terpedaya.

Sementara itu, di semifinal partai kedua yang berlangsung pada hari dan tempat yang sama, pasangan Budi Santoso/Diaz ditantang Naufal/H.Tori. Banyak pengamat yang mengatakan bahwa sesungguhnya partai ini lebih pas andai tersaji di babak final. Ini sebuah gambaran bahwa kedua pasangan tersebut sama-sama bagus, sama-sama diperhitungkan. Asli, keduanya adalah kandidat juara.

Di Griya Asri ini siapa yang tidak kenal Budi Santoso sebagai pemain bulutangkis. Dia seorang maestro. Kepiawaiannya dalam olahraga Bulu tidak tangkis, tidak ada duanya. Dan dia pantas dijuluki “the real legend”. Dulu, ketika 17 Agustusan tahun 2020 di RW 07 menyelenggarakan kejuaraan Bulutangkis antar RT, setiap RT 34 atau RT 30 akan menghadapi RT 52, maka nama bapaknya Naufal itulah yang selalu menjadi fokus bahasan dalam menyusun strategi.

Baca Juga : Persija Jakarta Juara Piala Menpora 2021 Setelah Membungkam Persib Bandung 4-1 di Partai Final

Diaz (pasangan Budi) boleh dikatakan pemain muda berbakat dari RT 31. Orang-orang sih mengatakan level Diaz ini sudah di iqra 4 dan buangan bolanya juga lumayan jauh dan smash-smash-nya juga lumayan kencang. Bertandem bersama Budi akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi pemain belia seperti dirinya.

Orang Inggris bilang like father like son. Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Anak adalah fotokopi ayah-ibunya. Nampaknya, keterampilan Naufal dalam bermain Bulu Tangkis telah menitis dari sang ayah. Bahkan untuk saat ini dia telah melampaui sang father. Ditambah lagi Naufal masih muda, enerjik dan full power. Kelincahan serta daya jelajahnya mampu menutup ruang-ruang  kosong.

Tandem Naufal adalah H. Tori. Dia tergolong pemain veteran dengan sisa-sisa energi yang pas-pasan. Tapi untuk urusan semangat, dia luar biasa. Menggebu-gebu dan sangat ekspresif. Cara dia bermain juga cenderung simpel, bola berusaha distop kecil hingga jatuh tegak lurus dekat net. Tentu, ini akan memaksa Budi/Diaz mengangkat bola. Dan selanjutnya Naufallah yang akan menyelesaikan. 

Baca Juga : Babak Perempat Final, Pelatih Sukun-DPUPR Gerobogan Beberkan Rahasia Kemenangan Lawan Singapore VC

Hal lain yang unik dari H.Tori, setiap mau bermain ritualnya panjang bukan kepalang. Ketika memasuki lapangan pun mulutnya masih komat-kamit. Biasanya sebelum main dia pegang dulu kantong celananya yang tebal itu hingga tiga kali. Boleh jadi kantong celananya itu berisikan hijib dan mantra-mantra sakti.

Dalam duel sengit semalam, kedua pasangan abaikan hubungan anak-bapak. Ini menjadi partai semifinal yang sangat seru di sebuah turnamen akbar. Dan mereka telah membuktikan dalam partai Semifinal semalam, mereka bertarung dengan profesional dan habis-habisan. Mereka telah bertempur hingga titik “DARAH PENGHABISAN”.(BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA