Oleh: Yusuf Blegur (Aktivis 98/Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta/FKSMJ) MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Mereka dirampas haknya, Tergusur dan lapar,
Bunda relakan darah juang kami, Tuk membebaskan rakyat. Tanggal 11 April 2022, untuk kesekian kalinya mahasiswa Indonesia berbondong – bondong menyampaikan kegelisahan dan kecemasan. Kekuasaan dirasa telah melampaui batas – batas kewajaran. KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) bertebaran, utang berdampingan pajak tinggi berkeliaran, BBM, listrik dan gas diterpa tarif lonjakan, serta harga – harga kebutuhan pokok berlomba balapan di tanjakan.______Baca Juga : Singa Tetaplah Singa, Tak Akan Mengeong Jadi Kucing Dihadapan Rezim Penguasa Zalim
Suasana krisis multidimensi itu, bahkan tidak mampu membuat rezim pemerintahan memiliki kepekaan. Abai pada penderitaan rakyat, hanya gigih bersiasat untuk mempertahankan kekuasaan. Pemangku kepentingan publik Kasak – kusuk, niat dan giat permufakatan jahat memperpanjang jabatan. Tak peduli negara dalam kebangkrutan, rakyat terancam kemiskinan dan kelaparan.
Baca Juga : Unjuk Rasa di Thailand Serta Myanmar Bentuk Penentangan Kepada Rezim Penguasa
Kini mahasiswa Indonesia tiada ada pilihan lain, kecuali melakukan pembangkangan.
Menghadapi sistem yang menyebabkan kesengsaraan hidup dan semua bentuk penindasan. Darah juang tetap semangat menghalau tekanan dan rasa ketakutan.
Meskipun tubuh dilumuri luka dan berkorban jiwa dengan darah yang berceceran.
Baca Juga : Gus Nur Ditangkap, Hukum Makin Suka-suka Rezim Penguasa
Mahasiswa menuai ekspektasi rakyat akan perubahan. Rakyat menabur perhatian dan dukungan sekaligus tumpuan pada anak-anak kampus kaum pergerakan. Membersamai aspirasi dan tuntutan hingga ke pelosok – pelosok negeri, meski hanya bisa ditumpahkan di jalanan. Memeriahkan ibu pertiwi dengan gegap gempita perlawanan kepada rezim penguasa yang tidak peka pada penderitaan rakyatnya. (BTL)
Baca Juga : Mantan Ketum PP Muhammadiyah Prof Dr Amien Rais Menyatakan Saat Ini Rezim Penguasa Sudah Ugal-ugalan !
Tidak ada komentar