Keluarga Pasien RSU Kota Tangsel Protes Atas Manipulasi Data Form Covid-19

waktu baca 2 menit
Rabu, 18 Agu 2021 19:54 385 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Keluarga salah satu pasien di RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memprotes dugaan rekayasa form data formulir penyelidikan epidemiologi Covid-19 oleh tenaga kesehatan (nakes). Hal itu terungkap saat suami pasien berinisial AM, mengurus dokumen surat-surat dari nakes di bagian perawatan. AM kaget lantaran dalam beberapa lembar dokumen tertera poin-poin kondisi medis istrinya yang akan menjalani proses lahiran secara secar.

“Dari awal saya ikutin prosedurnya, harus bolak-balik fotokopi segala macem. Setelah saya baca, kok ada yang janggal ini. Pihak nakes belum pernah menanyakan riwayat medis itu ke istri saya, tapi kok sudah ada hasilnya di lembaran dokumen ini,” ungkap AM di RSU Tangsel, Rabu (18/08/2021).

Dalam formulir penyelidikan Covid-19 tersebut tertera beberapa poin pertanyaan mengenai informasi klinis pasien. Di mana jawabannya cukup dengan mencentang pilihan ‘Ya’, ‘Tidak’, dan ‘Tidak Tahu’. Poin-poin tersebut menjelaskan jika pasien mengalami batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak nafas, sakit kepala, serta suhu tubuh yang dicentang dengan keterangan lebih dari 38 derajat celcius.

Baca Juga : Modus Berpura-pura Keluarga Pasien, Pelaku Curi Tas Saat Korban Tertidur Pulas

“Saya khawatirnya, ini adalah framing untuk mengarahkan bahwa istri saya Covid. Padahal belum ditanya apa-apa. Istri saya nggak ada batuk, nggak ada sesak, termasuk belum dicek suhu, tapi sudah keluar semua hasilnya di formulir ini. Kenapa diagnosisnya sudah muncul?. Kita protes ini,” tandasnya.

Menurut AM, nakes yang bersangkutan sempat berupaya mengambil formulir tersebut darinya dan meminta maaf langsung pada keluarga pasien atas kekhilafan yang terjadi.

“Tadi di dalam sudah minta maaf, formulirnya mau diambil. Tapi ini saya simpan sebagai bukti saya saja. Saya ingin pelayanan kesehatan di RSU Tangsel transparan dan tidak merugikan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, pihak RSU Tangsel mengakui bahwa apa yang dilakukan Nakes-nya tanpa wawancara langsung dengan pasien dan keluarga pasien yang bersangkutan merupakan sebuah kelalaian. Apalagi sampai mengisi sendiri jawaban seputar form penyelidikan Covid tersebut.

“Itu kelalaian. Karena kan data itu harusnya ditanyakan langsung, kan itu form,” ujar Dokter Taufik yang mewakili bagian perawatan di RSU Tangsel.

Namun Dokter Taufik enggan berkomentar lebih jauh mengenai kejadian tersebut. Dirinya mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut untuk bisa menjelaskan secara utuh mengapa nakes merekayasa isi form tersebut.

“Nanti lah, kita kordinasi dulu,” pungkasnya.(BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA