Kilas Balik Perjalanan Ramadan, Menuju Hari Kemenangan

waktu baca 5 menit
Senin, 2 Mei 2022 13:58 572 Redaksi

Oleh: Om Mar (Pemerhati Masalah Sosial dan Agama) MediaBantenCyber.co.id (MBC) Kota Tangerang Selatan, Bulan Ramadhan adalah momen untuk menyediakan ruang waktu dalam  memperjalankan nafs/jiwa, agar mendapatkan Takwa, Nuzulul Quran, Lailatul Qadar, dan Itkum minannar. Berharap atas pertolongan Allah SWT, jiwa benar-benar bersih (nafsu mutmainnah) dari berbagai kotoran hati, dan terganti dengan sifat-sifat penuh kasih sayang-Nya._____________Baca Juga : Setelah Kemenangan Taliban Kini Kudeta Militer di Negara Guinea Bikin Pusing Pengusul Jabatan 3 Periode Presiden

Nafsu Mutmainnah adalah jiwa yang tenang, karena bersih dari sifat-sifat tercela dan bisa memperjalankan nafs/jiwa kita *kembali kepada-Nya. Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku (89:27-30).

Di bulan ramadhan kita telah keluar dari rutinitas kehidupan dunia yang tidak menentu, yang berpotensi hubuddunya cinta kepada dunia. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga), (3:14) (Baca juga ayat 15,16 dan 17 nya).

Baca Juga : DPD PKS Gelar Rakerda 2022 Guna Rebut Kemenangan dalam Pileg dan Pilkada Tahun 2024

Bulan ramadhan 1443 Hijriah/2022 Masehi,  telah berakhir. Selama di bulan ramadhan kita telah melaksanakan Shaum, berpuasa, serba menahan, menahan lapar dahaga dan hubungan intim suami istri di siang hari, menahan berbagai hawa nafsu kejahatan, dan beribadah syariat dengan khusyu, adalah sarana untuk membakar sifat – sifat tercela dari tumpukan kotoran hati sifat benci, iri dengki, ego, emosi yang begitu sudah lengket melekat bertahun-tahun lamanya pastinya dengan pertolongan-Nya, bisa terganti dengan sifat-sifat kasih-sayang-Nya. 

Bebersih diri agar memperoleh kualitas takwa, ketulusan, dan kepasrahan-Nya lebih baik lagi dari yang kemarin-kemarin. Suatu kebiasaan akhir dari berpuasa di bulan ramadhan, kita menyambut i’dul fitri lebaran dengan penuh suka cita.

Baca Juga : Wakili Banten di Liga Berjenjang, BTFS Raih Kemenangan Juara 2 Piala Menpora U-14

Hari Idul Fitri adalah hari yang paling dirayakan dengan meriah, melebihi hari-hari besar islam lainnya. Jutaan orang mudik dari kota-kota besar menuju kampung halamannya masing-masing. Mereka berkumpul bersama keluarga untuk melepas kerinduan dan meminta maaf satu sama lain.

Kemudian mereka mengucapkan “Minal aidin wal faizin” yang artinya semoga kita termasuk orang yang kembali (pada fitrah) dan meraih kemenangan. Benar-benar hari kemenangan yang patut dirayakan setelah sebulan penuh berlatih menahan berbagai nafsu. 

Sukseskah Shaum/puasa ramadhan tahun Ini? Insya Allah, semoga saja kita sukses. Seberapapun nilai puasa/shaum kita itu, ikut sajalah ber idul fitri, menyambut hari kemenangan. Pernahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri apa sih makna hari kemenangan itu?

Apa benar hanya dengan menahan amarah, tidak bergunjing, tidak berkata-kata kasar, dan tidak melakukan perbuatan buruk lainnya selama sebulan itu lantas kita merasa pantas menjadi pemenang?

Lalu bagaimana jika setelah perayaan Idul Fitri kita kembali menyuburkan perilaku yang buruk seperti dengki, bergunjing, berburuk sangka, menebar berita hoax, bertengkar, saling memaki, nyinyir, menebar kebencian, memaksakan kehendak, dan lain-lainnya?

Baca Juga : Pelatih Sukun-DPUPR Gerobogan Beberkan Rahasia Kemenangan Lawan Singapore VC

Lalu apakah itu berarti kita hanya menjadi pemenang selama 1-2 hari saja, dan kemudian menjadi pecundang selama satu tahun ke depan hingga datangnya Ramadhan berikutnya, itupun kalau ada umur??? Sebenarnya siapa sih yang dikatakan pemenang? Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-sebelum kamu agar kamu bertakwa 2:183.

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwalah mendapat kemenangan”

Menurut Al Qur’an Kemenangan itu adalah milik orang-orang yang bertakwa. Itulah sebabnya tujuan berpuasa di bulan Ramadhan adalah agar bertakwa.

“Seperti apakah orang yang bertakwa itu?”, menurut Al Quran 3:133-135, ciri orang bertakwa, di dalam bulan ramadhan,  atau selain di bulan ramadhan Akhlaknya terus terlestari diamalkan dalam selama kehidupannya, antara lain :

1) Segera mohon ampun kepada Allah.
2) Segera menginfakkan harta baik diwaktu lapang dan sempit.
3) Segera menahan amarah. 
4) Segera memaafkan kesalahan orang lain.
5) Segera berbuat kebaikan karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.
6), Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu MEMOHON AMPUN terhadap dosa-dosa dan kesalahan, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya sedang mereka mengetahuinya.

Baca Juga : PK Walikota Tangsel Ditolak Mahkamah Agung, Warga VBI Jombang Gelar Tasyakuran Kemenangan atas Gugatan Pencabutan IMB dan Amdal RS IMC Bintaro

Sekarang kita ukur kualitas ketakwaan untuk meyakinkan kita adalah pemenang :

Apakah setelah berpuasa selama sebulan kita lebih rajin dalam menafkahkan sebagian harta kita kepada yang memerlukan?

Apakah kita menjadi semakin sabar dan mudah memaafkan kesalahan orang lain?

Apakah kita semakin giat dalam berbuat baik?

Dan apakah kita semakin menjaga diri dari perbuatan keji seraya memohon ampun setiap kali kita mengingat-Nya? SEMOGA

Dan mari kita pertahankan Trofi Takwa selama hidup, dan seterusnya, hingga saat sukma terlepas dari raga untuk menuju kembali kepada Allah SWT. Bukanlah menghadapkan wajahmu kearah timur dan barat itu suatu kewajiban, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Maka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa (2:177).

Rasulullah saw pernah, berpesan :
Segeralah melakukan, amal-amal kebaikan sebab akan muncul berbagai fitnah (dan tantangan yang besar) bagaikan bagian-bagian dari gelap gulitanya malam, dimana seseorang pada pagi harinya masih menjadi  mukmin ternyata sorenya menjadi kafir dan sorenya masih menjadi mukmin, paginya menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan sedikit keuntungan duniawi” (Hadits Riwayat Muslim dari Abu  Hurairah r.a).

Semoga kita selalu, sejahtera saat dilahirkan,  sejahtera saat diwafatkan, sejahtera saat dibangkitkan hidup kembali (19:33) dan bisa berjumpa lagi pada bulan ramadhan berikutnya, Aamiin Yra. Salam damai, tetap kompak, Sukses & Bahagia.om Mar.(BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA