MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa pihaknya telah menerima surat pemberitahuan aksi unjuk rasa di depan kantor kedutaan besar (Kedubes) India, di Jakarta pada Jumat (06/03/2020) ba’da sholat Jum’at.
Seperti telah diketahui, aksi itu bakal digelar oleh tiga ormas Islam besar yaitu Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Front Pembela Islam (FPI) serta Persaudaraan Alumni (PA) 212. Aksi ketiga ormas besar di Indonesia tersebut guna Mengutuk dan Mengecam tindakan “Genosida” (pembersihan dan diskriminasi umat Islam) oleh umat Hindu Radikal di India.

“Kami sudah menerima surat pemberitahuan aksi ketiga ormas tersebut, sudah kami terima,” ujar Yusri kepada awak media, Kamis (05/03/2020).
Kompol Yusri Yunus menambahkan bahwa, pihak kepolisian belum menetapkan jumlah personel yang bakal diterjunkan dalam aksi tersebut. Begitu juga soal rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Kedutaan besar India. Menurutnya, hal tersebut bersifat situasional tergantung dari jumlah massa yang akan hadir.
“Penutupan dan rekayasa lalu lintas dilokasi unjuk rasa bersifat situasional saja,” tandasnya.
Seperti diwartakan sebelumnya, Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), GNPF-Ulama, dan Front Pembela Islam (FPI) bakal menggelar aksi demonstrasi di depan Kedubes India pada Jumat (06/03/2020) mendatang. Mereka menuntut agar Kedubes India ditutup oleh pemerintah Indonesia.
Ketua Media Center PA 212, Novel Bakmukmin mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk Protes, Kecaman dan Mengutuk atas persekusi dan pembunuhan massal kaum muslim India oleh kelompok ekstrimis Hindu di India. Pihaknya juga menuntut agar pemerintahan India untuk segera menarik UU Kewarganegaraan yang telah disahkan pada Desember 2019 lalu. Menurutnya, UU tersebut telah dijadikan oleh kelompok radikal ekstrimis Hindu India untuk melakukan Genosida atas umat muslim India sebagai alasan melakukan tindakan preskusi terhadap umat Islam India dengan cara menuduh umat Islam India sebagai Imigran Ilegal.
“Sehingga tindakan pembunuhan dan Genosida serta penangkapan dan pengusiran terhadap umat Islam India termasuk di dalamnya adalah perusakan dan pembakaran Masjid serta Al Qur’an,” tegasnya.
Lebih lanjut Novel Bakmukmin mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan aksi demonstrasi besar-besaran didepan Kedubes India apabila hingga pekan depan tidak ada permintaan maaf kepada dunia.
“Kami meminta pemerintah India menyatakan permohonan maaf kepada dunia dan membantu keluarga korban yang telah dibantai sebelumnya,” pungkasnya. (BTL)
Tidak ada komentar