• Rab. Jul 24th, 2024

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Kembali ormas FBR bikin ulah di Kota Tangsel, kali ini aksi kekerasan menimpa insan pers oleh anggota ormas FBR. Dan Kali ini menimpa seorang wartawan media online Eka Huda Rizki (20). Aksi kekerasan bergaya preman oleh massa ormas FBR terjadi saat Eka dan sejumlah wartawan lainnya tengah meliput aksi ormas FBR yang tengah protes hanya karena bendera ormasnya diturunkan petugas Satpol PP saat menertibkan bangunan liar di wilayah Gaplek, pada Selasa (3/12/2019).

Saat massa FBR dengan atribut lengkapnya tiba di depan Puspemkot Tangsel, Eka dengan sejumlah wartawan lainnya langsung mendekati kerumunan massa tersebut dan melakukan peliputan sekitar Pukul 14.00 WIB. Kejadian berawal saat kerumunan massa ormas FBR sedang bersiap melakukan aksi unjuk rasa didepan Puspemkot Tangsel, dan Eka langsung mengeluarkan telepon genggamnya, siap – siap untuk mengabadikan foto aksi ormas FBR yang sudah mulai berteriak – teriak tersebut.

“Pas baru mau ambil foto aksi, ada yang berteriak, ‘Woi ! Ngapain lu foto – foto teriak seorang anggota FBR sambil mendekatin saya. Saat itu, posisi saya memang belum sempet foto, sudah diteriakin,” tutur Eka.

Tidak hanya itu, Eka juga dikejar oleh banyak anggota FBR dan dipegang. Dia pun lalu diminta menghapus foto yang belum sempat diambilnya. Meski telah menjelaskan, para anggota ormas itu tetap saja mendesak.

“Dia nyamperin saya dan minta saya menghapus yang saya ambil, hapus gak foto lu !!. Padahal saya bilang aja belum sempet foto. Tapi dibilang, ‘bohong lu !! Coba liat Hp lu’ ‘Nih !’ kan emang belum sempat foto. Tangan saya dipelintir sampai sakit,” tandas Eka.

Di tengah intimidasi itu, Eka dirangkul oleh dua orang anggota FBR ke arah masjid tempat pertama dia berada. Di sana, Eka juga masih dikejar oleh sejumlah anggota FBR. “Saya diamanin ke dekat masjid. Pas di tengah itu, kacamata saya ditarik. Untungnya gak copot dari kepala dan gak patah. Saya juga sempat mau ditabrak motor. Tangan juga terluka kena goresan, agak perih,” ungkapnya.

Sementara itu, Hambali, salah seorang rekan Eka yang meliput aksi FBR itu mengatakan, saat terjadi peristiwa itu situasi sedang tidak kondusif, dan wartawan sedang liputan. “Jadi, dia mau ambil foto, langsung ditarik sama ormas FBR dan diminta hapus foto. Terus si Eka ngasihin Hp -nya biar dihapus, habis diseret ke arah masjid, diseret dari lobi pemkot. Tangannya tergores,” pungkas Hambali. (BTL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Hello
Can we help you?