Mathla’ul Anwar Punya Ketua Baru, Jazuli Juwaini Usung Tiga Pilar Utama

waktu baca 3 menit
Senin, 13 Apr 2026 15:02 395 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id (MBC), Serang — Mathla’ul Anwar kini memiliki ketua umum baru. KH Jazuli Juwaini resmi memimpin Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) periode 2026–2031 dengan mengusung penguatan tiga pilar utama organisasi: pendidikan, dakwah, dan sosial.

Penetapan tersebut merupakan hasil Muktamar XXI yang digelar pada 11–13 April 2026 di Kota Serang, Banten. Forum tertinggi organisasi ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi arah gerakan Mathla’ul Anwar di tengah tantangan global yang kian kompleks.

Dalam proses pemilihan yang berlangsung demokratis di Hotel Le Dian, Jazuli Juwaini meraih 77 suara dan unggul tipis dari pesaing terdekatnya, Andi Yudi Hendriawan, yang memperoleh 71 suara. Sementara kandidat lainnya tidak memperoleh dukungan.

Terpilihnya Jazuli mencerminkan harapan besar para muktamirin terhadap kepemimpinan yang adaptif dan progresif, sekaligus mampu menjaga relevansi organisasi dengan perkembangan zaman.

Dalam pernyataannya, Jazuli menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut secara optimal.

“Dengan memohon ridho Allah SWT, saya menerima amanah ini dengan penuh kesungguhan. InsyaAllah akan saya jalankan sebaik-baiknya untuk kemajuan Mathla’ul Anwar ke depan,” ujarnya, Senin, 13 April 2026.

Ia menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi prioritas utama dalam kepemimpinannya. Menurutnya, kualitas SDM menjadi kunci dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

“Penguatan SDM menjadi prioritas utama. Mathla’ul Anwar harus mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya kuat di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing secara global,” tegasnya.

Selain itu, Jazuli juga menekankan pentingnya pembenahan manajemen organisasi berbasis profesionalisme, dengan struktur kepengurusan yang disusun berdasarkan kapasitas, integritas, dan tanggung jawab.

Komitmen terhadap tiga pilar utama—pendidikan, dakwah, dan sosial—disebutnya sebagai fondasi gerakan organisasi ke depan.

“Risalah tiga—pendidikan, dakwah, dan sosial—akan kita kokohkan sebagai kekuatan utama organisasi dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam struktur kepemimpinan hasil muktamar, KH Embay Mulya Syarief ditetapkan sebagai Ketua Majelis Amanah PBMA periode 2026–2031, yang diharapkan menjadi penjaga arah dan kesinambungan visi organisasi.

Muktamar XXI juga membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan kelembagaan, kaderisasi, hingga respons terhadap perkembangan digitalisasi, perubahan sosial, dan tantangan ekonomi umat.

Dalam konteks tersebut, Jazuli menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menilai tantangan umat dan bangsa membutuhkan sinergi antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat.

“Ketidakpastian global tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Sinergi adalah kunci untuk menghadapi persoalan umat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Rangkaian muktamar berlangsung dengan partisipasi luas dari kader dan pengurus Mathla’ul Anwar dari seluruh Indonesia, dalam suasana yang khidmat dan demokratis.

Ketua OC Muktamar XXI, Asep Rohmatulloh, memastikan seluruh kegiatan berjalan tertib dan kondusif.

“Seluruh tahapan muktamar berjalan sesuai rencana. Dinamika yang ada dapat diselesaikan dengan baik melalui komunikasi dan koordinasi yang konstruktif,” ujarnya.

Ke depan, Mathla’ul Anwar diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai organisasi keagamaan yang berkontribusi nyata dalam pembangunan umat, melalui pendidikan berbasis madrasah, dakwah moderat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dengan kepemimpinan baru, organisasi ini diharapkan mampu melangkah lebih progresif, memperkuat kapasitas internal, serta memperluas kontribusi bagi Indonesia di tengah perubahan global yang terus berlangsung. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA