Pernyataan Sikap Habaib, Ulama Dan Tokoh Masyarakat Madura TOLAK RUU Haluan Ideologi Pancasila Berbau Komunis

oleh -1.044 views

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Madura, Menyikapi kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara dengan munculnya berbagai persoalan yang berkaitan dengan tata kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk diantaranya yang harus diwaspadai adalah bangkitnya paham ideologi Komunis bersamaan dengan hadirnya bentuk penjajahan baru di Republik Indonesia, maka kami Ulama Madura memohon perlu kiranya perhatian serius bagi seluruh elemen Bangsa.

Kekacauan pemikiran dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara semakin terlihat dari banyaknya kebijakan pejabat negara  yang membuat kebingungan dan ketidak pastian, utamanya sejak masa wabah Covid-19, membanjirnya TKA China masuk ke wilayah NKRI dan pro-kontra Rancangan UU Haluan Ideologi Pancasila ( HIP), maka kami Habaib, Ulama tokoh masyarakat Madura menyatakan sikap:

  1. Tap Nomor XXV / MPRS/1966 Jo TAP MPR Nomor 1 tahun 2003 tentang larangan ajaran komunisme, Marxisme dan leninisme serta larangan terhadap PKI TETAP BERLAKU. Inisitif RUU Haluan ideologi Pancasila dimana ada sekelompok anggota DPR menolak memasukkan Tap MPRS no. XXV/1966  Jo TAP MPR Nomor 1 Tahun 2003 dalam RUU Haluan Ideologi Pancasila tersebut menunjukkan adanya anasir Komunisme, oleh karenanya  rancangan Undang – undang Haluan Ideologi Pancasila harus DITOLAK.
  2. Menyerukan kepada masyarakat, ulama dan cendikiawan muslim serta para aktivis yang setia pada Pancasila untuk mewaspadai dan menolak gerakan komunis gaya baru yang memasuki ruang – ruang kekuasaan dan memberikan jalan penguasaan oleh komunis melalui berbagai regulasi.
  3. Proses legislasi Rancangan Undang – undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila adalah bukti terbaru kebangkitan komunisme di Indonesia. Untuk itu kami Habaib, Ulama dan tokoh masyarakat Madura menilai RUU HIP ( Haluan Ideologi Pancasila) adalah upaya mengubah Pancasila dari konsensus nasional (18/08/45), dari Pembukaan UUD1945, serta usaha membuat tafsir tunggal  Pancasila yang menyimpang dari makna  paragraf 4 Pembukaan UUD45.
  4. Kami Habaib, Ulama dan Tokoh masyarakat Madura berkeyakinan bahwa Pancasila adalah landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, sebuah kesepakatan untuk mengatur tata kelola kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila  bukan untuk mengatur kehidupan orang perorang dan organisasi masyarakat. RUU HIP berpotensi menjadi tafsir tunggal rezim berkuasa.
  5. Kami Habaib, Ulama dan Tokoh masyarakat Madura menilai RUU HIP adalah upaya mendegradasi dan mengkhianati Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila adalah hasil konsensus nasional tidak bisa disederhanakan menjadi Tri Sila, Eka Sila atau gotong royong, Oleh karenanya dengan tegas kami menyerukan dan mengajak segenap komponen bangsa yang setia pada Pancasila dan cita – cita proklamasi kemerdeaan untuk menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila serta mengusut tuntas pembuat inisitifnya sebagai pengkhianat negara Proklamasi. Demikian rilis pernyataan sikap dari Ulama dan Habaib dan Tokoh masyarakat Madura yang diterima MediaBantenCyber.co.id pada Rabu (03/06/2020) malam. (BTL)

Tinggalkan Balasan