Ratusan Massa Demo di Kedubes AS dan Kemenlu, Kecam Serangan ke Iran

waktu baca 3 menit
Sabtu, 7 Mar 2026 15:10 391 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id (MBC), Jakarta Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Iran (API) menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Kantor Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Jumat (06/03/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap serangan militer Amerika Serikat dan sekutunya ke Iran yang dinilai memicu eskalasi konflik di Timur Tengah.

Aliansi Peduli Iran merupakan gabungan sejumlah organisasi, antara lain Pemuda Muslimin DKI Jakarta, SEMMI Jakarta Raya, dan LMND DKI Jakarta. Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk dan poster berisi kecaman terhadap agresi militer serta seruan perdamaian dunia.

Koordinator Lapangan API yang juga Ketua Pemuda Muslimin, Rizky, dalam orasinya di depan Kedubes AS menilai serangan sepihak terhadap Iran merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

“Tindakan militer ini telah melanggar Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB yang melarang agresi terhadap kedaulatan negara lain. Ini bukan hanya konflik regional, tetapi juga ancaman serius terhadap norma internasional yang melarang agresi dan kejahatan perang,” ujar Rizky.

Ia juga menyoroti potensi dampak ekonomi global dari konflik tersebut. Menurutnya, meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz—yang merupakan jalur utama distribusi minyak dunia—berpotensi memicu kenaikan harga energi yang dapat berdampak pada masyarakat Indonesia.

“Jika konflik semakin memanas dan mengganggu distribusi minyak di Selat Hormuz, harga energi dunia bisa melonjak dan dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua PW SEMMI Jakarta Raya, Yanto, yang turut memimpin massa di depan Kantor Kementerian Luar Negeri RI, mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam merespons situasi tersebut.

Menurutnya, Indonesia harus menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.

“Kami meminta Kementerian Luar Negeri menjalankan amanat Pembukaan UUD 1945 untuk berperan menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” tegas Yanto.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah memastikan perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan Timur Tengah. Pemerintah dinilai perlu menyiapkan langkah antisipatif, termasuk diplomasi dan rencana evakuasi bagi mahasiswa maupun pekerja migran Indonesia di wilayah yang berpotensi terdampak konflik.

Di lokasi yang sama, Ketua LMND DKI Jakarta, Randen Akagits, menilai konflik antara Amerika Serikat dan Iran tidak terlepas dari dinamika geopolitik global yang kompleks.

Dalam aksi tersebut, Aliansi Peduli Iran menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mengecam agresi militer sepihak oleh Amerika Serikat dan sekutunya, mendesak Dewan Keamanan PBB menghentikan eskalasi konflik, meminta pemerintah Indonesia mengantisipasi potensi kenaikan harga energi nasional, serta menuntut perlindungan maksimal bagi WNI di kawasan terdampak konflik.

Aksi berlangsung tertib dan damai, lalu ditutup dengan penyerahan pernyataan sikap kepada perwakilan instansi terkait sebagai bentuk komitmen masyarakat sipil dalam mendorong terciptanya perdamaian dunia. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA