Talut Praman Dua kali Jebol, Lingkungan Bleber Terendam Banjir Hingga Sepinggang Orang Dewasa

waktu baca 2 menit
Selasa, 18 Okt 2022 22:59 705 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kabupaten Pacitan, Ide segar dan cerdas dikemukakan oleh Setda Pacitan Ir. Heru Wiwoho, MM untuk menghindarkan Lingkungan Bleber dari potensi Banjir. Jika ide itu terlaksana, maka banyak kawasan termasuk jantung Pemerintah Pacitan yaitu Pendopo Kabupaten yang akan aman atau minimal berkurang dari ancaman dampak Banjir._____________Baca Juga : Pembangunan Perkantoran Futsal Berdiri di Bantaran Tanah Pengairan Patut Dipertanyakan | talut

Area pesawahan di seputaran Praman yang mempunyai luasan sekira 600m x 800m itu sejak lama memang menjadi zona penyangga banjir (buffer zone) yang melindungi Pendopo Kabupaten Pacitan dari limpahan air dari arah  Barat Laut. Makanya di pinggir barat Jalan S. Parman yang membujur dari Pucangsewu ke Selatan disambung ke barat dari jalur Jalan Ahmad Yani, dibangun selokan atau parit dengan ketinggian dinding hampir 2 meter lebih.

Baca Juga : BBM Naik, Mahasiswa Lancarkan Aksi Turunkan Harga dan Jokowi? | talut

Daerah di sebelah barat utara di pusat pemerintahan Kabupaten Pacitan itulah yang kemudian sebut Bleber berarti “area tempat air meluber” dan rawan Banjir dari dulu, kini bahkan sampai ke Pucangsewu.

Di permulaan musim penghujan tahun ini saja Bleber sudah dua kali diterjang banjir. Kiriman air dari pegunungan Pucangsewu, Sumberharjo dan Bangunsari tumpah ruah ke arah Praman ini menjebol dinding parit di sisi timur. Hal itu membuat 3 RT di Bleber dan sebagian Pucangsewu terendam. Air yang melompati talut akhirnya menggenangi alun-alun dan jalan protokol seputar pendopo.

Untuk mengurangi dampak banjir dari arah ini, perlu dipikirkan solusi yang bersifat permanen. Misalnya seperti yang ditawarkan oleh Sekretaris daerah (Setda), Ir. Heru Wiwoho, MM.

Baca Juga : Kuasa Hukum dan Ahli Waris Pasang Plang Hak Milik Di Pintu Masuk Pertamina | talut

“Kita bangun semacam danau buatan yang berfungsi sebagai penampungan dan peresapan air, di tepinya kita bangun wahana taman dan permainan anak. Dengan kedalaman 5 meter, misalnya, itu cukup untuk mengamankan Kantor Dinkes di wilayah pojok utara sebelah barat dan Pengadilan Agama sampai perempatan Bapangan. Sedangkan di area timur akan mengurangi potensi ancaman banjir ke pendopo dan alun-alun. Di samping itu bisa kita eksplore untuk destinasi wisata dengan konsep seni dan estetika yang memberi kesan back to nature atau kembali ke alam,” papar Heru Wiwoho, Sekretaris daerah Kabupaten Pacitan.(HB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA