Terkait PPDB SMAN 20 Pakuhaji Diduga Adanya Keterlibatan Anggota Dewan Provinsi Banten

waktu baca 2 menit
Senin, 22 Agu 2022 15:14 759 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kabupaten Tangerang, Maraknya pelaksanaan PPDB tahun 2022 khususnya di SMAN 20 Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang menyebabkan banyak orang tua murid yang “menitipkan” agar anak-anaknya dapat masuk diterima di sekolah yang diinginkan melalui para oknum calo agar anaknya dapat diterima di SMAN 20 melalui jalur di luar prosedur PPDB.

Ternyata sampai saat ini anaknya belum diterima dan pihak yang merasa dapat memasukan anaknya sekolah negeri tidak ada pertanggungjawabannya (tidak jelas).

Kepada mediabantencyber.co.id seorang narasumber yang tidak mau disebutkan identitasnya, Senin (22/8/2022) siang, yang mengaku paman dari seorang calon murid yang berinisial MR asal sekolah SMPN 1 Sepatan Timur yang beralamat di Kp. Kayu Putih, Desa Rawa Boni, Kecamatan Pakuhaji, mengatakan bahwa sampai saat ini keponakannya tersebut belum dapat masuk ke SMAN 20, padahal dirinya sudah diminta uang sebesar Rp3.000.000; (tiga juta rupiah) dan yang kedua kali dirinya diiming-imingi anaknya akan cepat masuk ke SMAN 20 dengan dimintai lagi uang sebesar Rp500.000; (lima ratus ribu rupiah) oleh oknum polisi yang sudah tidak aktif lagi.

“Sepengetahuan saya dengan program PPDB 2022 melalui program di luar prosedur ada sekitar 80 orang calon murid yang telah mendaftar, namun sampai sekarang belum ada kepastian diterima atau tidak oleh pihak sekolah SMAN 20,” kata narasumber berinisial “R”.

Dan menurut informasi yang didapat oleh MediaBantenCyber.co.id, bahwa ada DUGAAN keterlibatan oknum anggota DPRD Provinsi Banten yang menitipkan calon murid baru yang DIDUGA sebanyak 30 siswa yang tidak melalui prosedur PPDB (jalur belakang).

Atas berbagai permasalahan dalam proses PPDB tahun 2022 tersebut, maka SMAN 20 Kecamatan Pakuhaji DIDUGA banyak terjadinya praktek GRATIFIKASI atau memberi dan menerima uang untuk memaksakan murid yang dibawanya agar dapat masuk ke sekolah tersebut, dan dengan adanya DUGAAN permasalahan PPDB yang terjadi di SMAN 20 tersebut, pihak aparat Kepolisian diminta agar BERTINDAK TEGAS.

Dalam kesempatan terpisah, saat dikonfirmasi dengan pertanyaan yang sama melalui WhatsApp, Jamin anggota DPRD Provinsi Banten membantah dan mengatakan “Ini gak benar saya cuma dua (2) orang saja, yaitu atas nama M. Madsuri dan Diva YP, dan itupun Gratis. Dan itupun rekomendasi dari kantor sebanyak 5 orang. Dan untuk lebih lanjut silahkan konfirmasi sama orangnya, saya ijin mau rakor dulu di DPRD Sumsel,” tegasnya.(Risti & Adhari)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA