Video Viral Kiai Tolak Rapid Test, Ini Kata Ketua FSPP Kota Serang

oleh -1.597 views

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Serang, Terkait video viral para kiai dan alim ulama se- Kota Serang yang tergabung dalam Forum silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) se- Kota Serang yang menolak Rapid test Covid-19 merupakan tindakan spontan lantaran adanya kekhawatiran.

Hal tersebut dikatakan Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) kota Serang Hasanudin, pada awak media usai acara pelantikan pengurus FSPP di Puspemkot Kota Serang, Senin (22/06/2020).

Menurutnya, dalam video penolakan Rapid Test oleh para Kiai dan Alim Ulama yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesanteren (FSPP) se- Kota Serang yang sempat viral itu karena diindikasikan adanya pihak – pihak tertentu yang memanfaatkan situasi.

“Video itu spontan dilakukan, lantaran adanya indikasi pihak – pihak tertentu yang memanfaatkan situasi, lakukan rapid test tidak jelas dilakukan oleh siapa, sebelum adanya rapid test dari pemerintah, sudah ada pihak – pihak tertentu yang bergerilya untuk lakukan rapid test pada beberapa tokoh agama seperti itu, oleh karena itu, secara spontan para Kiai – kiai tolak rapid test, khawatir tidak resmi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Terang Hasanudin, ada beberapa pondok pesantren yang telah dilakukan rapid test yang tidak jelas dari mana, sepengakuan petugas hanya mengatakan bahwa dari pusat.

“Intinya, kita lakukan penolakan kemarin itu lantaran kecemasan para kiai, yang dikhwatirkan yang tadinya tidak sakit jadi sakit, karena dengan adanya rasa takut tadi makanya menimbulkan sakit, dengan adanya kekhawatiran tadi kita jadi sakit,” terangnya.

Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin saat ditemui usai menghadiri pelantikan pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) se- Kota Serang menerangkan bahwa, perihal video penolakan dari para kiai dan alim ulama yang tergabung dalam FSPP beberapa waktu lalu itu hanya terjadi miss komunikasi saja.

“Saya kira tidak ada yang menolak, itu hanya miss Komunikasi saja, dianggap tidak resmi, para kiai menolak karena tidak ada surat pemberitahuan pada para kiai, kalau Pemkot Serang atau Dinkes memberikan pemberitahuan tertulis maupun lisan itu pasti akan diterima,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, untuk Rapid Test, saat ini sudah dimulai, dan sedang berjalan, dan untuk Pondok – pondok Pesantren, tinggal tunggu program dari Dinkes.

“Tunggu program dari Dinkes dan nanti akan dilakukan ke pondok – pondok pesantren, karena pondok pesantren juga kan anak – anak muridnya sudah ada yang masuk, tapi untuk yang belum ya mungkin belum, nanti kita juga akan ada upaya dalam pemeriksaan Swab pada santri – santri yang mulai masuk itu pasti.” tandasnya. (fz)

Tinggalkan Balasan