IPW Mendesak Polda Metro Jaya Segera Mengungkap Tewasnya Anggota TNI di Cengkareng Dan Polisi Di Kebayoran Baru

oleh -5.009 views
Viral Anggota TNI-Polisi Bentrok Hingga Tewas di Sebuah Kafe

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Belum tuntas kasus anggota TNI yang tewas ditembak oleh oknum anggota polisi di sebuah kafe di Cengkareng Jakarta Barat, kemarin Minggu (18/04/2021) kembali terjadi keributan, yang menyebabkan satu anggota polisi tewas ditusuk dan anggota TNI luka luka di dekat MY Bar Jakarta Selatan.________________ Viral di Media Sosial, Camat Solear Tegaskan Pembuatan SKU Gratis

Menyikapi rentetan dua kasus tersebut, IPW mendesak kepada Polda Metro Jaya untuk segera mengungkapkan secara transparan kasus tersebut. Apa sebenarnya yang terjadi agar kasus ini tidak menjadi teror baru bagi warga Jakarta. Setidaknya ada empat pertanyaan yang muncul dari kasus tewasnya anggota Polri dan lukanya anggota TNI itu. 

Yakni, benarkah kasus itu berlatarbelakang keributan antar oknum aparatur keamanan ?. Benarkah lima dari ketujuh pelaku sudah ditangkap dan yang menangkap adalah aparat militer. Benarkah korban yang tewas adalah supir Kabaintelkam Komjen Paulus Waterpau ? Benarkah keributan terjadi saat mereka berada di MY Bar dan berlanjut di luar bar ?. Padahal Kapolri Sigit sudah melarang anggota Polri bergentayangan di tempat hiburan malam pasca ditembaknya anggota TNI oleh oknum polisi di sebuah kafe di Cengkareng.

___________________Respon Cepat, Polres Pandeglang Berhasil Amankan Pelaku Penembak Burung Langka yang Viral di Medsos

Informasi yang diperoleh IPW, lima dari tujuh pelaku sudah tertangkap. RMS, PW, MI, MS dan HW. Sedangkan dua lagi masih buron. Polda Metro Jaya perlu menjelaskan, apakah para pelaku bagian dari oknum aparatur keamanan atau bukan. Aksi pengeroyokan itu sendiri sempat viral di media sosial yang diambil dari sebuah rekaman video CCTV. Anggota TNI-AD dan anggota Brimob Kelapa dua itu ditemukan terkapar di dekat MY Bar Jl Falatehan I No 16, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Peristiwa keributan itu terjadi Minggu 18 April sekitar pukul 05.30 Wib, di MY Bar Jl Falatehan I. Laporan intelijen yang diperoleh IPW menyebutkan, keributan di Jl Falatehan itu melibatkan oknum anggota TNI-AD dan oknum Brimob Kelapa Dua. Akibat keributan itu Sersan Dua Donatus Boyau, Nrp : 21180183870897 anggota Grup-3 Kopassus menderita luka. Saat ini yang bersangkutan masih dirawat di RSPAD Gatot Subroto. Sedangkan Bharatu Yohanes Samuel Biet personil Rantis Sat Men 3 pelopor Kelapa dua yang juga supir Kabaintelkam Polri tewas saat dibawa ke RSPP Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Viral Di Media Online, Pedagang Pasar Kirana Ramai Didatangi Awak Media

Dalam peristiwa itu ada dua saksi, yakni DS yang juga PNS Kemen Maritim yang tinggal di Apartemen Kalibata. Saksi lain EM, mahasiswi STPI yang beralamat di Apartement Kalibata. Sejumlah saksi mata menyebutkan, meski keributan terjadi pukul 05.30, tapi kedua saksi menemukan korban Bharatu Yohanes yang terluka pada pukul 07.30 sedang tergeletak di trotoar Jl Faletehan. Melihat hal ini, saksi lalu membawa korban ke RSPP dengan menggunakan taxi. Setelah sampai di RSPP korban ternyata sudah meninggal dunia. Mendapat laporan peristiwa ini, polisi tiba di  TKP untuk memeriksa korban.

Hasil pemeriksaan pada tubuh korban ditemukan luka tusuk lengan kanan tembus dan luka robek paha kaki sebelah kanan. Barang bukti yang diambil polisi dari korban adalah celana jeans biru, kemeja kotak-kotak, kaos abu-abu, kaos warna biru, sepatu Nike, topi Adidas, gasper warna hitam, kaos kaki, hand sanitizer, uang Rp10000: 4 lembar, dan uang Rp5000: 2 lembar.

Baca Juga : Video Viral Kiai Tolak Rapid Test, Ini Kata Ketua FSPP Kota Serang

Atas peristiwa tersebut IPW mendesak kepada Polda Metro Jaya untuk segera menjelaskan kasus ini secara Transparan dan Segera guna mengantisipasi agar kasus serupa tidak terus kembali. Jika kasus ini berawal dari tempat hiburan malam, tentunya jadi pertanyaan kenapa tempat hiburan malam masih saja dibiarkan buka hingga pagi hari. Padahal pasca penembakan anggota TNI di kafe di Cengkareng, para pejabat di Jakarta sibuk mengecam pembiaran tempat hiburan malam buka hingga pagi hari. Hasilnya, tempat hiburan malam tetap saja buka hingga pagi hari dan aparatur keamanan kembali tewas.

Demikian siaran Pers yang diterima MediaBantenCyber.co.id dari Neta S Pane Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) pada Senin, 19 April 2021 pagi.(BTL)

No More Posts Available.

No more pages to load.