Wanita Korban Penangkapan 4 Pelaku DPO Polisi Jatanras Polresta Tangerang, Diambil HP-nya dengan Alasan untuk Barang Bukti, Minta Kejelasan?

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kabupaten Tangerang, Empat pelaku DPO (Daftar Pencarian Orang) kasus Curanmor di kepolisian Lampung ditangkap Jatanras Polresta Tangerang di kos-kosan balaraja pada Selasa (04/07/2023). Dan dari peristiwa penangkapan tersebut HP salah seorang wanita yang jadi korban malah diambil oleh pihak Jatanras dengan alasan untuk dijadikan sebagai barang bukti (BB).

Menurut pengakuan sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa Kronologis kejadiannya, korban diajak kerja di Balaraja Tangerang oleh salah satu istri pelaku DPO sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT).

“Pada saat penangkapan para pelaku, korban di dalam kos-kosan dan pelaku di luar, baru dua hari tinggal di kos-kosan istri pelaku DPO, “, ucapnya menjelaskan kronologis penangkapannya kepada MediaBantenCyber.co.id.

Baca Juga : Penemuan Mayat Wanita korban di Sungai Ciujung Gegerkan Warga

Lanjutnya menceritakan kronologis tersebut, setelah peristiwa tersebut orang tua korban di WhatSApp oleh unit 1 Jatanras Sat Reskrim Polresta Tangerang yang beralamat di jl KH Abdul Hamid No 1 Tigaraksa Kabupaten Tangerang.

“Itu alamatnya nanti ibu datang nanti dijelaskan secara langsung supaya jelas sejelas-jelasnya jangan melalui WA”, ucap RJ dari unit Jatanras Polresta Tangerang mengirim pesan melalui WA ke ibu korban.

Baca Juga : Shireen Abu Aqleh Jurnalis Al Jazeera, Wanita Korban Kekejian Bangsa Terlaknat dan Terkutuk Zionis Israel

Dan ibu Korban membalas WA tersebut, dengan mengatakan, “Maaf ya nanti yang datang anak saya pak, karena saya posisi di Taiwan,”. ucapnya dengan dibalas “oke bu” oleh unit 1 Jatanras Polresta Tangerang

“Karena anak saya masuk ke kontrakan itu baru 2 malam karena mau dipekerjakan sebagai PRT untuk jaga anak yang teman dekatnya yang ngontrak di situ”, ungkapnya menambahkan.

Esok harinya, anak Korban Wa ke Unit 1 Jatanras, “Selamat pagi pak, ini saya pemilik handphone samsung note 9, maaf pak handphonenya udah bisa diambil belum ya?
Dan unit 1 Jatanras membalasnya “Sabar ya, kita masih di Lampung, nanti sepulang dari Lampung dan sudah sampe Tangerang dikabari”, ucapnya membalas, dari whatsapp RJ dari Unit 1 Jatanras Polresta Tangerang.

Baca Juga : Pengakuan Wanita Tua Tinggal di Gubuk Reyot, Tidak Pernah Dapat Bantuan | korban

Diketahui dari peristiwa terjadinya penangkapan 4 pelaku DPO tersebut korban menjadi trauma dan takut untuk menemui dan datang ke Unit 1 Jatanras Polresta Tangerang untuk mengambil HP-nya yang diambil dengan alasan untuk dijadikan barang bukti.

Selain itu, dari pihak unit Jatanras diduga seperti tarik ulur kepada korban dan selalu dengan alasan sedang berada di Lampung. Apakah benar RJ dari unit 1 Jatanras Polresta ingin mengembalikan HP korban. Tetapi dari peristiwa diambilnya HP korban dengan alasan untuk barang bukti, korban seharusnya di bawa ke Polresta Tangerang untuk jadi saksi dari peristiwa penangkapan 4 pelaku DPO tersebut, akan tetapi hal tersebut tidak dilakukan oleh pihak Unit 1 Jatanras Polresta Tangerang.

Dan saat awak MediaBantenCyber.co.id mengkonfirmasi kepada RJ salah seorang anggota Jatanras Polresta Tangerang pada Senin (10/7/2023) siang, awak MediaBantenCyber.co.id diminta untuk menemui tim Jatanras yang ikut dalam operasi penangkapan 4 DPO, diperoleh jawaban dari beberapa tim penyidik bahwa saat ini Kanit Jatanras Polresta Tangerang sedang tidak ada jadwal piket.

Baca Juga : Kapolsek Bejad Perkosa Anak Seorang Tahanan di Polsek Parigi Moutong | wanita korban

Posisinya Kanit Jatanras sedang tidak masuk hari ni. Dan proses pengambilan BB tersebut harus mengikuti prosedur dan orang yang bersangkutan yang harus mengambilnya“, kata tim penyidik.

“Kalau gak besok ajak ngadep ke Surya Kanit Jatanras Polresta Tangerang,” ucap tim penyidik, menambahkan.

Menurut sumber yang diperoleh awak MediaBantenCyber.co.id, saat adanya penangkapan 4 DPO, Kanit Jatanras Polresta Tangerang yang turun langsung ke lapangan bersama Polsek Balaraja.

Baca Juga : Pelatih Futsal, Gagahi Siswi SMP di Cikupa Sebanyak 6 Kali | wanita korban

Terkait permasalahan tersebut, Dahlan Pido, S. H, M. H, pengacara Senior nasional saat dimintai tanggapannya melalui telepon WhatsApp-nya terkait hal tersebut, pada Senin (10/7/2023) siang, sekira pukul 14.30 Wib mengatakan bahwa seharusnya pihak unit Jatanras Polresta Tangerang memberikan pernyataan tertulis dan
resmi jika HP milik korban akan dijadikan barang bukti hingga berapa lama waktunya? karena sudah pasti HP tersebut penting untuk komunikasi sang korban.

“Seharusnya ada kejelasan tertulis sampai kapan HP korban akan diperiksa sebagai barang bukti, jika tidak maka korban dapat melaporkan masalah yang dihadapinya tersebut kepada pimpinan para anggota Jatanras Polresta Tangerang tersebut atau pun melaporkannya kepada pihak Propam,” tandas Dahlan Pido, mengakhiri keterangannya kepada MediaBantenCyber.co.id.(PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Hello
Can we help you?
.