MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Tiga hari sebelum kepulangan Imam Besar Habib Rizieq Shihab (HRS) sudah disusun operasi intelejen untuk mengcovidkan yang bersangkutan. Hal ini dilakukan karena penguasa tidak bisa menjerat Habib Rizieq Shihab dengan kasus – kasus hukum yang dituduhkan sebelumnya.
“Saya mendengar adanya operasi intelejen ini. Kedatangan Imam Besar Habib Rizieq Shihab yang disambut jutaan umat di Bandara Soekarna Hatta, jadi pintu masuk. Ditambah kegiatan beruntun di Petamburan, Tebet, dan Megamendung membuat rezim merasa semakin punya dalih untuk meng-Covid-kan Habib Rizieq Shihab,” kata Presidium Aliansi Selamatkan Merah Putih (ASMaPi) Edy Mulyadi.
Lanjut Edy Mulyadi yang juga wartawan senior ini, untuk melancarkan operasi intelejen tersebut, mereka tidak segan – segan untuk mengorbankan Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jabar, Kapolres Jakpus, Kapolres Bogor serta pihak – pihak lain yang dianggap perlu.
Baca Juga : Polri Wajib Klarifikasi Terkait Video Penyamaran Oknum Perwira Polisi Menjadi Mahasiswa Peserta Demonstrasi
Operasi intelijen ini berusaha untuk membangun opini, seolah – olah Petamburan dan Megamendung menjadi klaster Covid-19. Untuk itu, mereka melakukan penyemprotan disinfektan secara heboh Demonstratif. Mereka juga melakukan rapid test massal terhadap ratusan warga Petamburan.
Jangan Lewatkan : Insan Jurnalis Indonesia Berencana GUGAT Presiden Dan Kapolri Terkait Kekerasan Kepolisian Kepada Media Saat Meliput
“Penguasa berharap tes massal ini akan menemukan banyak orang terpapar Covid-19 di Petamburan. Tapi Allah Subhanahu wa ta’ala telah menggagalkan rencana busuk dan jahat mereka. Hasil tes, hanya 5 (Lima) orang yang positif Covid-19. Itu pun kelimanya tidak hadir pada acara di Petamburan. Mereka terpapar Covid-19 sepulang dari liburan panjang nasional beberapa waktu lalu,” tandas Edy Mulyadi. Sumber dikutip dari Faktakini.net, Selasa (01/12/2020). (btl).
___________Tokoh Papua Mengaku Miris Melihat Aktivis Politik KAMI Ditahan Seperti Teroris
Tidak ada komentar