Dinkes Tangsel: Kasus DBD Menurun

waktu baca 2 menit
Senin, 6 Apr 2026 19:16 384 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id (MBC), Kota Tangsel — Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang awal 2026 menunjukkan tren penurunan, meski kewaspadaan tetap diperlukan.

Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan bahwa berdasarkan pemantauan mingguan, jumlah kasus sejak Januari hingga awal April terus menurun.

“Secara tren per minggu, kasus kita cenderung turun. Total kasus dari Januari hingga minggu terakhir sekitar 128 kasus, dan yang penting tidak ada kematian,” ujarnya, Senin, 6 April 2026.

Ia menjelaskan, secara bulanan terjadi penurunan signifikan dari Maret ke awal April. Pada Maret 2026 tercatat 37 kasus, sementara pada minggu pertama April hanya 15 kasus.

“Kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, Maret 2025 tercatat 43 kasus, sedangkan Maret 2026 turun menjadi 37 kasus. Ini menunjukkan tren penurunan,” jelasnya.

Meski demikian, sebaran kasus masih terkonsentrasi di beberapa kecamatan. Data Dinkes mencatat Kecamatan Serpong menjadi wilayah dengan kasus tertinggi sebanyak 29 kasus, disusul Pamulang 24 kasus, Ciputat 23 kasus, dan Pondok Aren 22 kasus.

Selanjutnya, Serpong Utara mencatat 14 kasus, Setu 13 kasus, dan Ciputat Timur 3 kasus.

Allin menilai, penurunan kasus ini tidak terlepas dari upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam melakukan pencegahan.

Program “satu rumah satu jumantik” terus digencarkan dengan mendorong setiap rumah memiliki juru pemantau jentik secara mandiri. Selain itu, kader kesehatan juga aktif melakukan edukasi dan pemeriksaan jentik di lingkungan warga.

“Kami juga melakukan silent survey serta mendorong sertifikasi RW bebas jentik. Masyarakat didorong untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat menjadi kebiasaan hingga membentuk budaya hidup sehat di masyarakat.

“Harapannya ini bukan hanya kegiatan sesaat, tetapi menjadi gaya hidup. Masyarakat terbiasa menjaga lingkungan dan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” tutupnya. (Pet)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA