Tampak Luar Tunnel Garam MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Pandeglang, Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menggelar sosialisasi proses produksi di tunnel garam kepada siswa MAN 3 Pandeglang di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, pada Rabu (20/08/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Ilmu Kelautan UNTIRTA untuk mendukung pengembangan ekonomi pesisir melalui inovasi kelautan.
Sosialisasi tersebut disambut antusias oleh para siswa. Mereka diajak mengenal lebih dekat bagaimana garam dapat diproduksi dengan cara yang lebih modern, higienis, dan berdaya
saing tinggi.
Selama ini, produksi garam di wilayah pesisir masih banyak mengandalkan metode tradisional yang rentan terhadap cuaca, membutuhkan waktu lama, dan
menghasilkan kualitas yang tidak seragam.
Tunnel garam yang dikunjungi siswa MAN 3 Pandeglang ini dibangun melalui kerja sama antara Fakultas Pertanian UNTIRTA, Yayasan KEHATI, PT. ASC, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, serta komunitas masyarakat sekitar.
Dosen Ilmu Kelautan UNTIRTA, Moch. Saad, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa proses produksi garam di tunnel garam merupakan inovasi yang lebih stabil dibanding metode tradisional yang bergantung pada cuaca.

Tampak Dalam Tunnel Garam
“Dengan sistem ini, kualitas garam yang dihasilkan lebih baik, dan peluang usaha bagi masyarakat pesisir semakin terbuka,” ujarnya.
Antusiasme terlihat dari para siswa MAN 3 Pandeglang yang aktif bertanya dan berdiskusi selama kegiatan. Pihak sekolah menyambut baik program ini, karena selain menambah wawasan, juga membuka cakrawala baru bagi siswa untuk berpikir kreatif dalam bidang
wirausaha berbasis kelautan
Beberapa siswa mengaku tertarik untuk mendalami lebih jauh peluang pengembangan garam modern di Panimbang. Selain karena daerah mereka dekat dengan pesisir, mereka
melihat potensi nyata untuk menciptakan lapangan kerja baru di sektor ini.

Penjelasan oleh Dosen Ilmu Kelautan UNTIRTA terkait Produksi di Tunnel Garam
Antusiasme tersebut menjadi sinyal positif bahwa generasi muda siap mengambil peran sebagai pelopor dalam pengembangan inovasi kelautan.
Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan aspek teknis produksi garam, tetapi juga
menekankan pentingnya nilai tambah ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Dengan penguasaan teknologi tunnel garam, diharapkan Panimbang dapat menjadi salah satu pusat produksi garam modern yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Sosialisasi ini menegaskan kembali peran Ilmu Kelautan UNTIRTA sebagai program studi yang aktif mendampingi masyarakat pesisir. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat, Panimbang diharapkan dapat menjadi daerah percontohan pengembangan ekonomi biru berbasis produksi garam modern.

Foto Bersama Prodi Ilmu Kelautan UNTIRTA dan Siswa MAN 3 Pandeglang
Dengan adanya sosialisasi ini, generasi muda Panimbang diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor penting dalam menggerakkan potensi kelautan daerahnya.
Produksi garam modern melalui teknologi tunnel garam bisa menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi pesisir yang lebih sejahtera. (*)
Penulis : Putri Risa Fatmawati, S.Si.,M.Si.
Tidak ada komentar