Inti Makna Idul Fitri Adalah Saling Memaafkan, Kata Ustadz Ahmad Pranggono dalam Khutbah Sholat Ied di Masjid Jabal Nur Vila Pamulang Cluster Harmonia

waktu baca 8 menit
Selasa, 1 Apr 2025 00:09 768 admin22

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Ratusan jamaah masjid Jabal Nur Cluster Harmonia Vila Pamulang Kelurahan Pondok Benda, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti kegiatan pelaksanaan sholat Idul Fitri 1446 Hijriah dengan khidmat dan khusyu. Pelaksanaan sholat Idul Fitri (Ied) dilaksanakan pukul 06.55 Wib hingga selesai. Hadir dalam kesempatan ini, Ketua DKM Jabal Nur Cluster Harmonia Ustadz Ir. H. Ali Akbar, M. Si (bertindak sebagai Bilal sholat Idul Fitri), Fahrizal, S.E sebagai pengurus DKM, sementara sebagai pembawa acara adalah Nasral Azis, S.E, sedangkan yang bertindak sebagai Khotib dan Imam sholat ied adalah Ustadz Ahmad Pranggono, S.Q. M.A.

Dalam sambutannya, Ketua DKM Jabal Nur Vila Pamulang, Cluster Harmonia, Ustadz Ir. H. Ali Akbar, M.Si, yang diwakili oleh Fachrizal menyampaikan ucapan terimakasih dan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jama’ah Masjid Jabal Nur yang telah mendukung dan mensupport pengurus DKM Jabal Nur dalam rangka memakmurkan masjid Jabal Nur selama bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah.

“Dan dalam kesempatan ini, saya mewakili Ketua dan seluruh pengurus DKM menyampaikan terimakasih atas dukungan yang sangat baik dari seluruh jama’ah masjid Jabal Nur Vila Pamulang, Cluster Harmonia. Dan tak lupa juga kami dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin jika dalam memakmurkan masjid selama bulan suci Ramadhan banyak kekurangan di sana sini yang mungkin kurang berkenan di hati para jama’ah masjid Jabal Nur,” ucap Fahrizal.

Baca Juga : Dr Masruri Sampaikan Khutbah Jumat Terakhir Ramadhan 1446 H tentang Orang yang Beruntung dan Merugi di Masjid Al Muhajirin Jelupang

Selanjutnya dirinya menyampaikan laporan berbagai kegiatan memakmurkan masjid Jabal Nur yang telah dilaksanakan, antara lain, 1. Kegiatan sholat taraweh berjamaah, 2. Kegiatan Sahur bersama pada tanggal 15 Maret 2025, 3. Buka puasa bersama dan juga santunan kepada 72 anak-anak yatim, dhuafa dan pemberian 20 bingkisan lebaran kepada janda-janda kurang mampu yang berusia 60 tahun ke atas. 4. Peringatan Nuzulul Qur’an, kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2025, 5. Pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah terkumpul sebanyak Rp5.600.000; rupiah, dan telah didistribusikan kepada warga masyarakat sekitar lokasi masjid Jabal Nur, Cluster Harmonia.

Sementara itu, Ustadz Ahmad Pranggono, SQ. MA, selaku Khotib sholat Idul Fitri, dalam materi khutbah lengkapnya sebagai berikut:

“Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah hadirin marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan cara menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Baca Juga : Ulama Banten: Tidak Baca Sholawat Nabi Muhammad SAW, Tidak Sah Khutbah Sholat Jum’atnya Menteri Agama

Hadirin hadirat jamaah sholat ied yang dimuliakan Allah

Disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, bahwasanya pada hari raya idul fitri para malaikat turun ke bumi, mereka berdiri di depan jalan raya yang menjadi tempat lalu lalang orang orang-orang Islam menuju masjid untuk sholat ied, seraya mengundang dengan suara yang lantang, sampai didengarkan seluruh makhluk kecuali jin dan manusia.

Mereka berkata ” hai ummat Muhammad, kalian semua keluarlah dari rumah kalian menuju ke Allah yang Maha Pemurah, yang memberi pemberian yang agung dan memberi ampunan terhadap dosa yang besar” tatkala ummat Muhammad keluar rumah dan menuju Masjid yang di situ dilaksanakan sholat idul fitri, maka Allah berfirman: “hai para malaikatku, apa balasan bagi hamba-Ku ketika mereka sudah melaksanakan tugas mereka?”

Lalu para malaikat menjawab:” Ya Allah Tuhan kami, Engkau pastinya memberikan upah dan balasan untuk mereka”

Lalu Allah berfirman:

“hai para malaikat-Ku, Aku bersaksi terhadap diri kalian semua bahwa Aku telah menjadikan keridhaan dan ampunan-Ku sebagai balasan atas ummat Muhammad yang telah melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan dan sholat tarawih, lalu Allah berfirman lagi:

“hai para hamba-Ku semuanya. Kalian memohon lah pada-Ku maka demi sifat kemulyaan-Ku dan keagungan-Ku hari ini, kalian semua memohon apa saja baik perkara akhirat ataupun perkara dunia kalian, pasti akan Aku beri, kalian bertebaranlah seraya mendapatkan ampunan dari-Ku sebab kalian semua sudah ridho pada-Ku berupa ketaatan kalian terhadap perintah-Ku, begitu juga Aku sudah meridhoi terhadap kalian semua. Allahu akbar 3x wa lillaahil hand.

Di dalam Al Qur’an Allah subhanahu wata’ala telah menyebutkan beberapa karakteristik para penghuni surga, di antaranya di dalam surat Ali Imran, 133-135;

وسارعوا إلى مغفرة من ربكم وجنة عرضها السماوات والأرض أعدت الملفين الذين ينفقون في السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الغيظ والعافين عن الناس والله يحب المحسنين والذين إذا فعلوا فاحشة أو ظلموا انفسهم ذكروا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ ينفر التكوب إلا الله ولم يُصروا على مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-Mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”

Di dalam ayat ini disebutkan setidaknya lima karakteristik orang yang taqwa.

الذين ينفقون في السراء والضراء

“Orang-orang yang menginfakkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit.”

Yang Kedua: Menahan Amarah

والكاظمين الغيط

“Orang-orang yang menahan amarahnya
sebagian dari kita mungkin merasa takjub. Ternyata karakteristik penghuni surga adalah dia mampu menahan amarahnya. Suatu perkara yang mungkin terasa berat bagi sebagian orang.

Yang Ketiga: Pemaaf

والعافين عن الناس
Memaafkan kesalahan orang lain.”

Ini juga perkara yang berat. Memaafkan dengan tidak menuntut balas meskipun mampu untuk melakukannya. Selain itu memaafkan orang lain, sebelumnya ia telah memaafkan dirinya sendiri sehingga dalam hatinya tiada dendam sama sekali. terlebih hari ini, hari di mana Allah mengumumkan ampunan bagi permintanya, mengabulkan segala hajat hambanya.

Yang Keempat: pendosa lalu, Ingat kepada Allah dan Mohon Ampun kepada Allah

Yang Kelima: orang yang menganiaya diri sendiri kemudian ingat Allah dan memohon Ampun kepada Allah.

Hadirin hadirat jamaah sholat ied rahimakumullah

Ingatkah kita di saat bapak kita menyuruh kita ke masjid seraya membawa sabuk atau penggarisnya? Ingatkah kita di saat ibu menyuruh kita membantu merapikan tempat tidur, mandi dan mencuci piring? Ingatkah kita saat kita disuruh mengucap salam saat masuk maupun keluar rumah? Ingatkah saat kedua orang tua kita menyuruh kita berpuasa yang berbayar, agar melatih kuat berbonus binat? Ingatkah kita saat orang tua kita membelikan kita baju baru, sandal baru sarung baru mukena baru untuk menyambut hari kemenangan ini? Lihatlah, betapa baiknya orang tua kita, mengajai kita bal hal yang baik tanpa kita memyadarinya, mengajarkan kita akan tanggung jawab, mengajari kita akan kedisiplinan, mengajari kita akan keindahan dan kesucian. Namun inti dari semua itu adalah kesucian hati di hari nan Fitri ini, di mana yang dulu orang tua punya salah, meminta maaf dan kita memaafkannya, di mana saat kita bersalah, dengan lapang hati orang tua kita memaafkan. Kesucian hati inilah yang dulunya sekedar kenangan yang ditinggalkan orang tua, terbawa sampai kini saat kita menua.

Kitalah salah satu bekal yang terbawa di alam barzah oleh orang tua kita, anak Sholeh yang mendoakan orang tua. Apa yang di sisi kalian bakal sirna, apa yang di sisi Allah senantiasa abadi selamanya.

Diriwayatkan, ada dua orang sahabat yang saling mencintai karena Allah, yang satu digiring masuk surga dan yang satunya digiring menuju neraka, sahabat yang akan digiring ke surga bertanya kepada malaikat, dimana sahabat karibku waktu di dunia? Malaikat menjawab bahwa sahabatnya digiring ke neraka, sebagai sahabat, ia tidak tega mendengar bahwa sahabat karibnya digiring ke surga, lalu dia menuju ke neraka menemani sahabatnya itu, lalu Allah bertanya kenapa kamu memilih ke neraka padahal engkau ditakdirkan masuk surga? Orang itu menjawab, sebagai sahabat aku tidak tega melihatnya disiksa, akan elok rasanya sebagai sahabat aku pun turut menemaninya sekalipun di neraka. Karena kesetiakawanan itu, Allah mengampuni keduanya dan memasukkan ke dalam surga. Saya berharap, kita bisa seperti dua sahabat itu, yang menjaga kesetiakawanan dan keakraban di dunia dan akhirat. Aamiin
Jamaah yang dimuliakan Allah,

Di hari yang fitri ini, mari kita merenung sejenak tentang jasa-jasa kedua orang tua kita. Betapa besar pengorbanan mereka sejak kita masih kecil. Dari ibu yang mengandung kita dengan lelah, menyusui kita dengan kasih sayang, hingga ayah yang berjuang tanpa lelah demi kesejahteraan keluarga. Tanpa mereka, kita tidak akan sampai pada titik kehidupan kita sekarang.

Allah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)

 

Berapa banyak dari kita yang mungkin telah melukai hati mereka? Berapa banyak dari kita yang lupa mengucapkan terima kasih kepada mereka? Hari ini adalah saatnya kita kembali kepada mereka, meminta maaf atas segala kesalahan, mencium tangan mereka dengan penuh hormat, dan menunjukkan rasa cinta kita kepada mereka. Jika orang tua kita telah wafat maka kita mendoakan mereka, membacakan pahala tahlil dan yasin untuk mereka adalah salah satu cara berbakti kepada mereka yang telah tiada. Terus menerus berusaha menjadi orang baik dan tidak pernah bosan berbuat baik juga menjadi cara berbakti kepada kedua orang tua.

Hari raya idul fitri itu bukanlah milik orang yang berpakaian baru dan wah, tetapi milik orang yang ketaatannya kepada Allah bertambah dan melimpah.

Hadirin jamaah sholat idul fitri yang dimulyakan Allah.

Hari ini kita keluar dari dosa dosa dan kembali ke fitrah seperti halnya bayi yang baru saja dilahirkan oleh seorang ibu, seperti halnya hadits Nabi: “kemaksiatan dan kemungkaran baru. Semoga Allah menerima ibadah kita dan menjadikan kita golongan orang orang yang suci dan beruntung dan terkabulkan doanya, amin”.

Baarokallahu li wa lakum fil quranil adzim, wa nafa’ani wa iyyakum bima fiihi min aayaatihi wa dzikril hakim wa taqabbal tilawatahu innahu hual ghafururrohim. Tutup Ustadz Ahmad Pranggono, S.Q. M.A, mengakhiri khutbah Idul Fitri nya.

Dan usai mendengarkan khutbah sholat Idul Fitri, seluruh jamaah masjid Jabal Nur Vila Pamulang, Cluster Harmonia, melakukan salam-salaman untuk saling bermaaf-maafan dan sebagai simbol suka cita karena sudah kembali fitri (tanpa dosa) setelah digembleng dan ditempa selama bulan suci Ramadhan serta telah diampuni segala dosa-dosa mereka pada tahun sebelumnya oleh Allah SWT.(Are/Red-MBC)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA