Ilustrasi Oleh: Yusuf Blegur (Aktivis 98/Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Se-Jakarta/FKSMJ) MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Ketika Pancasila tak lagi hidup dalam jiwa dan sanubari rakyat. Ketika UUD 1945 tak lagi menjadi acuan dan melindungi kehidupan rakyat. Ketika NKRI meminggirkan agama dan tanpa sesungguhnya berketuhanan, tak lagi menjadi rumah yang nyaman bagi rakyat.
Ketika seperti orang asing di negeri sendiri, itu yang terjadi pada rakyat._____________Baca Juga : Sidang Gugatan Terhadap Presiden dan DPR, Jalih Pitoeng Ingatkan Bangsa ini!
Ketika kekayaan alam dikeruk untuk kepentingan asing dan segelintir orang.
Ketika utang negara hanya dinikmati para broker proyek segelintir orang. Ketika korupsi dan perampokan merajalela dilakukan oleh segelintir orang. Ketika kejahatan yang menganiaya dan menghilangkan nyawa terbuka dipertontonkan segelintir orang.
Ketika politik tak ada lagi ruang debat, semua yang berbeda disikat. Ketika ekonomi dikelola secara gegabah dan menyebabkan kehidupan yang mudharat. Ketika hukum menempatkan pejabat beserta kroninya menjadi bermartabat meski penuh maksiat, dan menjadikan orang kecil sekarat. Ketika keamanan minggat dan tak lagi bersahabat, menimbulkan konflik dan kebiadaban hebat.
Ketika itu pula kehidupan di negeri ini jauh dari kasih sayang. Ketika itu pula semua anak bangsa merasa terbuang dan meradang.
Ketika itu pula kemerdekaan dan kedaulatan republik hanya sekedar bayang-bayang.
Ketika itu pula kejahatan yang masif dan sistemik disaksikan semua orang secara telanjang, ya tanpa malu dan kehormatan ketika bangsa ini sebulat-bulatnya telanjang. (BTL)
Baca Juga : Diduga Seluruh SMA Negeri di Wilayah Pantura Kabupaten Tangerang Mainkan PPDB
Baca Juga : Kisruh PPDB, SMAN 1 dan 7 DiLaporkan LSM YLPKP Paragon ke Kejari Kota Tangerang Selatan
Baca Juga : Korban Mafia Tanah DIKRIMINALISASI, Perintah Presiden Jokowi Dikebiri?
Tidak ada komentar