Ketua Baznas Tangsel: Berkurbanlah Yang TERBAIK, Sebagai Wujud Syukur Atas Nikmat Dan Ketauhidan Kepada Allah

oleh -1.313 views

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Berkurban merupakan wujud implementasi dari ketauhidan dan ketaatan serta keimanan seorang hamba kepada Rabb-Nya. Dan berkurban juga merupakan bentuk wujud syukur dari seorang hamba-Nya atas berbagai karunia kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT berupa nikmat iman dan islam, nikmat sehat serta nikmat rezeki yang tiada terkira.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Baznas Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Drs KH Endang Saefuddin MA, pada Kamis (30/07/2020) siang, di kantor Baznas Tangsel, Benda baru Pamulang II, saat dimintai tanggapannya oleh MediaBantenCyber.co.id perihal makna hari raya kurban atau Idul Adha bagi umat Muslim dan juga bagi Baznas Kota Tangsel serta bagi masjid – masjid anggota Baznas.

“Berikanlah hewan kurban itu yang TERBAIK, seperti yang dilakukan dan dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS bersama putranya tercinta Nabi Ismail AS. Bayangkan, selama 80 tahun lebih Nabi Ibrahim AS sangat merindukan untuk mendapatkan seorang anak. Dan disaat usia Nabi Ibrahim AS sudah mulai tua, Allah SWT akhirnya memberikan seorang putra bernama Ismail yang sangat amat dicintainya. Akan tetapi disaat usia Ismail mulai beranjak dewasa dan sedang masa – masa disayangi oleh Nabi Ibrahim AS, Allah SWT memberikan ujian yang amat sangat luar biasa beratnya, yaitu melalui mimpi yang berulang – ulang Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ibrahim AS untuk MENYEMBELIH Ismail putra tercinta satu – satunya. Dan melalui dialog antara bapak dan anak terkait mimpi tersebut akhirnya kedua manusia MULIA tersebut dengan penuh Keikhlasan berencana akan melaksanakan perintah tersebut. Akan tetapi karena perintah tersebut merupakan sebuah ujian keimanan kepada kedua manusia Mulia dan pilihan tersebut, akhirnya melalui malaikat Jibril AS, Allah SWT menggantikan penyembelihan Nabi Ismail AS dengan seekor Domba putih yang besar, gemuk dan sehat,” tutur KH Endang Saefuddin.

Lanjut KH Endang, pelajaran dan hikmah yang dapat dipetik dari kurban dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS bersama putranya terkasih dan tercinta Nabi Ismail AS tersebut adalah bahwa, HARTA KEKAYAAN, TAHTA dan JABATAN hanyalah merupakan sebuah ujian keimanan semata yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya.

“Nabi Ibrahim AS itu orang  yang kaya raya, yang memiliki hewan ternak seperti Sapi dan Domba mencapai mencapai ribuan. Akan tetapi Nabi Ibrahim AS tidak menjadi GELAP MATA dan menjadi sombong dan ria atas harta yang dimilikinya tersebut. Dengan hartanya yang besar tersebut, Nabi Ibrahim AS tetap Tawadhu dan Taat atas Ketauhidannya atas perintah Allah SWT untuk Menyembelih putra satu – satunya yang amat dicintainya. Dan untuk para DKM masjid di Kota Tangsel, marilah hikmah hari raya kurban atau Idul Adha ini kita jadikan Momentum untuk mau BERKURBAN dan BERBAGI tugas dalam menyalurkan berbagai zakat dari umat untuk dikembalikan lagi kepada umat yang berhak menerimanya dalam berbagai aspek seperti bantuan sosial sembako, pendidikan, rehab rumah, modal usaha, bantuan kesehatan dan juga bantuan untuk membangun ekonomi umat agar umat Islam tidak terjerumus kedalam pinjaman riba dan lintah darat,” tandas Ketua Baznas Kota Tangsel KH Endang Saefuddin menegaskan. (BTL)

Tinggalkan Balasan