Ketua DPD PKS Kabupaten Pacitan Kunjungi Warga Sakit di Bawah Gunung Lanang

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Des 2022 22:06 407 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id (MBC) Kabupaten Pacitan, Seorang warga dan aktifist sosial, Dedy yang beralamat di RT 02/ RW 04 dsn Ketro Desa Punjung dibawah Gunung Lanang, salah satu gunung tertinggi di Kecamatan Kebonagung sedang mengalami musibah. Adiknya baru saja dirawat di klinik dr. Zulva, spesialis kulit dan kelamin selama 3 hari dengan biaya hampir enam juta rupiah. Disusul sang isteri tercinta mengalami keluhan ginjal. Melihat dua anaknya sakit, mertua ikut sakit. 

Kepada MediaBantenCyber.co.id, pria dengan tiga orang putra yang masih belajar di pesantren itu mengadukan peruntungannya, “Mau ngundang bidan dana kosong, kalau dibawa ke Puskesmas salah satu gak ada yang nunggu. Bagaimana adakah dana buat ngundang bidan ke rumah?” melalui akun WA.

Pesan itu segera disusul, “Semoga ada hikmah dan berkah setelah ini,,,disyukuri aja dijalani dg kesabaran fuuull.”

Baca Juga : PT Prima Multi Komponen Tigaraksa Bersikap Arogan dan Semena-mena Memecat Pegawainya yang Sakit

Ketika pengaduan Dedy itu muncul di beberapa group media sosial platform WhatsApp, tiba-tiba ada yang menanyakan route arah rumah Dedy dari jalur kota. Tidak berselang lama, pewarta media kesayangan pembaca ini memperoleh kiriman gambar dari Dedy bersama Ketua DPD PKS Kabupaten Pacitan, Ahmad Rifa’i, SPd yang memberikan santunan sebesar Rp500.000; (lima ratus ribu rupiah). 

“Ini bentuk kepedulian PKS terhadap para aktivis khususnya dan masyarakat kurang beruntung secara keseluruhan. Kami ingin kesejahteraan dan keadilan betul-betul dirasakan masyarakat Indonesia,” tandasnya. 

Baca Juga : Karena Corona Negara Merintih Kita Pun Sakit
  
Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Hendra Purwaka, MKes memberikan tanggapan melalui awak MediaBantenCyber.co.id.

“Monggo kolaborasi. Tetangga sekitar bisa berbuat sesuatu untuk bersama menangani…
Terkait pelayanan kesehatan sebaiknya di tempat faskes/puskesmas krn alat dan sarana prasarana insyAllah memadai. Masalah biaya bila punya JKN gak usah dipikir, tapi bila gak punya untuk darurat bisa dibicarakan kemudian hari sambil proses pengurusan Jaminan Kesehatan. Yg penting dilayani dulu kedaruratannya. Monggo…”.(HB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA