Nazwar, S. Fil. I., M. Phil MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Sumatera Selatan, Strategi percepatan pertumbuhan dan transformasi Wilayah Sumatera termasuk bagian Selatan oleh BAPPENAS telah memperkuat integrasi sistem transportasi wilayah multimoda (tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara) dengan pengembangan kawasan strategis._______________Baca Juga : Pelaksana CV Mulia Arinda Bersikap Arogan dalam Peningkatan Jalan di Adiyasa Tangerang | menyoal
Sayangnya, langkah mengoptimalkan fungsi dan peran Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat dalam memperkuat sinergi kebijakan pusat (BAPPENAS)–daerah dalam rangka peningkatan daya saing, dan inovasi daerah yang membuat kapasitas jangkauan dan distribusi pelayanan sistem transportasi di Sumatera Selatan (Sumsel) butuh evaluasi yang sungguh.
Kenyataannya dapat ditemukan langsung di lapangan atau melalui artikel berita maupun video di berbagai media yang menampilkan kondisi jalan berlobang dan rusak. Di beberapa daerah bahkan mengalami kerusakan dalam kondisi parah telah sejak lama tanpa ada perbaikan. Terlihat usaha seperti penggalian di berbagai titik namun belum juga disusul penampalan bagian jalan yang rusak atau titik kerusakan tersebut.
Kondisi jalan lintas Komering yang menghubungkan antara Kabupaten OKI dengan OKU Timur Sumatera Selatan terdapat banyak bekas galian. Beberapa dari titik tersebut kini bahkan menyatu satu dengan titik lain. Kerusakan tersebut dapat ditemukan sepanjang jalan yang melintas di kecamatan Tanjung Lubuk OKI.
Jangan Lewatkan : Dikarenakan Tak Ada Anggaran, Kali Pengapuran di Kecamatan Kosambi Menumpuk Sampah | menyoal
Assessment Kementerian PPN/BAPPENAS dengan mempertimbangkan angka realisasi triwulan III-2023 dalam pertumbuhan ekonomi pada angka 5,2-5,6 pada Target Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024. Meski tidak terjadi kesenjangan angka pertumbuhan terhadap provinsi lain seperti SUMUT 5,2-5,4 dan Lampung 5,0-5,3 namun masih tertinggal dari Aceh dan Riau yaitu 3,9-4,4.
Kondisi ini kontras dengan pembangunan di pusat kota dengan program multi moda baik tol, kereta api (LRT) sampai Bandara. Padahal sesungguhnya, persoalan tersebut termasuk program strategi pemerataan intra wilayah Sumatera oleh pemerintah pusat dalam meningkatkan kapasitas, jangkauan, dan distribusi pelayanan dasar dan sistem transportasi.
Baca Juga : Mafia Tanah Program Prioritas PTSL Presiden Jokowi Diduga Merajalela di Kabupaten Tangerang | menyoal
Jika mengacu pada peran pemerintah daerah, jalan lintas merupakan tanggung jawab gubernur sebagai koordinator tingkat provinsi sekaligus memiliki peran dan fungsi sebagai penghubung dengan pemerintah pusat. Maka dapat diidentifikasi akar persoalan sistem transportasi adalah khususnya provinsi Sumatera Selatan dapat ditempuh penyelesaiannya dengan koordinasi dan pelaksanaan atau eksekusi teknis di lapangan.
Kondisi jalan rusak, ketidaktersediaannya moda, serta terdapat indikasi “pemubadz-dziran” sistem transportasi dalam kondisi urgen dievaluasi. Kesiapan masyarakat menjadi tugas selanjutnya dalam mendukung pertumbuhan pembangunan berbagai sektor kehidupan. Maka pembenahan koordinasi sistem transportasi Sumatera Selatan mutlak dibutuhkan. (Della)
Oleh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil. (Penulis Lepas Lintas Jogja Sumatera)
Tidak ada komentar