Muhadhoroh Akbar, Masyarakat Padarincang Tetap Menolak Proyek Geothermal
waktu baca 2 menit
Jumat, 7 Feb 2020 21:12 9345 Redaksi
MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Serang, Para Santri, Pemuda dan Mahasiswa berkumpul di Pondok Pesantren Furu Aroudhotul Baqiat, Desa Citasuk, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, untuk Muhadhoroh Akbar yang bertemakan “Penolakan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB)”. Jumat (07/02/2020)
Menurut koordinator kegiatan, Kardi menjelaskan, maksud dan tujuan kegiatan Muhadhoroh Akbar tersebut untuk memantapkan semangat perjuangan dalam menolak proyek Geothermal di Padarincang.
“Maksud dari kegiatan Muhadhoroh Akbar ini salah satunya yaitu untuk memperluas semangat penolakan adanya proyek Geothermal di kampung halaman kami, serta menegaskan kepada Pemerintah bahwa masyarakat Padarincang akan tetap menolak adanya pembangunan tersebut”, ujar Kardi selaku koordinator kegiatan penolakan Geothermal.
“Kami sebagai santri Padarincang dengan tegas menyatakan sikap bahwa kami ikut dengan masyarakat dalam penolakan proyek Geothermal yang akan merusak tanah kelahiran kami”, tegas Kardi.
Sementara itu di kegiatan Muhadhoroh Akbar, Pimpinan Pondok Pesantren Furu Aroudhotul Baqiat, Eha Suhaemi, menambahkan bahwa Santri, Pemuda serta Mahasiswa harus tetap semangat dalam menjaga kelestarian alam dan cinta tanah air.
“Santri, pemuda dan mahasiswa sebagai penerus bangsa wajib memiliki semangat yang tinggi dalam menjaga alam dari orang – orang yang ingin merusaknya”, tandas Pimpinan Pondok Pesantren Furu Aroudhotul Baqiat Eha Suhaemi dalam kegiatan Muhadhoroh Akbar menolak adanya proyek Geothermal di padarincang (Fz)
Tidak ada komentar