NRTG Rilis “Kita Lawan Dunia”, Anthem Pop Punk untuk Pejuang Mimpi

waktu baca 3 menit
Jumat, 10 Apr 2026 16:01 394 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id (MBC), Musik — Trio pop punk asal Surakarta—Arsyad Mohamed (vokal/gitar), Rony Firdaus (bass), dan Rofy (drum)—yang tergabung dalam NRTG resmi merilis single terbaru bertajuk “Kita Lawan Dunia” pada 27 Februari 2026. Lagu ini hadir sebagai anthem bagi mereka yang terus berjuang mengejar mimpi, meski harus jatuh dan bangkit berulang kali.

Di tengah arus musik yang kian kompleks, NRTG justru memilih jalur yang lebih jujur dan sederhana. “Kita Lawan Dunia” tidak menawarkan metafora rumit atau produksi berlapis—kekuatannya justru terletak pada kedekatan cerita yang diangkat.

Dari “Tidak Siap” Menjadi Berani Melangkah

Dalam wawancara bersama Arsyad Mohamed, nama NRTG sendiri sudah merepresentasikan semangat mereka:

“NRTG merupakan singkatan dari Not Ready Tapi Gas. Filosofi di balik nama ini adalah bagaimana kami tetap melangkah dan berani menghadapi segala situasi, bahkan ketika merasa belum sepenuhnya siap,” ujarnya kepada awak media, Jumat, 10 April 2026.

Band ini terbentuk pada 2022 dari kebiasaan sederhana—bermain dan meng-cover lagu pop punk bersama. Dari situ, muncul kecocokan yang kemudian berkembang menjadi keseriusan untuk menciptakan karya orisinal.

“Kami mulai merasa memiliki kecocokan yang kuat, hingga akhirnya memutuskan untuk lebih serius dengan mulai menciptakan karya orisinal sebagai identitas kami.”

“Kita Lawan Dunia”: Cerita Sederhana yang Mengena

Sejak bait awal, lagu ini langsung membumi:

Bangun pagi langsung lari
Matahari masih bersinar lagi
Walaupun malas, tetap gas
Kita semua punya mimpi yang keras

Liriknya terasa seperti potongan kehidupan sehari-hari—jujur, ringan, tapi relevan.

Lagu ini berangkat dari ide awal Arsyad, lalu dikembangkan bersama seluruh personel hingga menjadi karya kolektif.

“Lagu ini diangkat dari kisah nyata tentang seseorang yang terus berjuang meraih cita-citanya. Meskipun mengalami kegagalan berulang kali, semangat untuk bangkit tetap menjadi inti dari cerita yang ingin kami sampaikan.”

Energi Kolektif yang Siap Dinyanyikan Bersama

Masuk ke bagian tengah, lagu ini membangun energi kebersamaan:

Tertawa lepas
Tak ada batas
Keringat jadi cerita bebas

Hingga akhirnya mencapai puncak di chorus:

Melompat lebih tinggi
Terbang tanpa sayap kiri
Bersama teman-teman gila
Kita lawan dunia

Bagian ini terasa seperti chant—diciptakan untuk diteriakkan bersama, bukan hanya didengarkan.

Spontan, Jujur, dan Apa Adanya

Dalam proses kreatifnya, NRTG mengandalkan spontanitas sebagai titik awal.

“Kami cenderung memulai secara spontan, terutama dalam penulisan lirik, agar tetap menangkap rasa yang jujur. Setelah itu, kami melakukan penyempurnaan agar hasil akhirnya tetap terstruktur dan matang,” jelas Arsyad.

Kesederhanaan lirik mereka pun berkembang secara alami.

“Kami percaya bahwa kesederhanaan dalam lirik justru dapat menyampaikan pesan dengan lebih kuat dan mudah dipahami oleh pendengar.”

Dari Euforia ke Refleksi

Menjelang akhir lagu, nuansa berubah menjadi lebih personal:

Walaupun gagal lagi
Ku coba terus berlari
Mengejar semua mimpi ini
Takkan pernah berhenti

Di titik ini, “Kita Lawan Dunia” tidak hanya menjadi lagu kebersamaan, tetapi juga refleksi individu tentang keteguhan.

Lebih dari Lagu, Ini Teman Perjalanan

Bagi NRTG, lagu ini bukan sekadar rilisan, melainkan bentuk komunikasi dengan pendengar.

“Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah bahwa setiap orang tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan. Selalu ada harapan dan alasan untuk terus melangkah ke depan.”

Sebagai band yang tumbuh dari Solo, mereka juga membawa karakter kota tersebut ke dalam musiknya.

“Solo memiliki karakter yang tenang namun kaya akan cerita.”

Harapan mereka sederhana:

“Kami berharap lagu ini mampu menjadi teman perjalanan bagi para pendengar, khususnya mereka yang sedang berada dalam masa perjuangan.”

Dan seperti yang mereka yakini:

“Kegagalan adalah pengalaman berharga yang membentuk langkah kita untuk masa depan yang lebih baik.”

Pada akhirnya, “melawan dunia” tidak selalu berarti sesuatu yang besar.

Kadang, itu hanya tentang tetap berjalan—meski pelan.

Kita lawan dunia. (Rev)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA