Bebaskan Para Pelaku Penganiayaan Wartawan di Summarecon Gading Serpong, Kapolri Didesak Copot Kapolres Tangsel

waktu baca 3 menit
Kamis, 12 Mei 2022 22:19 508 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Ratusan massa para Jurnalis se-Jabodetabek melancarkan aksi unjuk rasa di depan gedung Plaza Summarecon Kelapa Gading Jakarta Timur, menuntut pertanggungjawaban pihak pengembang Summarecon (PT Summarecon Agung, Tbk) paska eksekusi rumah di cluster maxwell No. 28 Serpong Tangerang Selatan, pada 20 April 2022 yang menyebabkan Agus Darma Wijaya (konsumen) Cluster maxwell Summarecon mengalami luka-luka karena dianiaya oleh para pegawai pengembangan Summarecon Gading Serpong, Kabupaten Tangerang yang bertindak layaknya seperti gerombolan Preman. Hal tersebut disampaikan oleh Jalintar Simbolon selaku kuasa hukum korban di lokasi aksi Summarecon Agung,Tbk, Kelapa Gading, Jakarta Timur, Kamis (12/05/2022) siang.______________Baca Juga : Dua Wartawan Diusir Saat akan Memantau Proyek Pembangunan Stadion Sport Centre Banten, Ada Apa?

Jalintar menyebut, tindakan pengembang Summarecon Gading Serpong telah melanggar aturan dan menganggap diriinya kebal hukum. 

“Itu asumsi kami, Summarecon perusahaan property terbesar di Indonesia yang layak ditutup karena arogansinya dan tidak menghormati hukum yang ada di Indonesia,” kata Jalintar.

Lebih rinci, dia mengatakan persoalan yang terjadi pada Agus Darma Wijaya (ADW) merupakan sikap buruk yang dilakukan oleh pihak Summarecon. Sikap dan perbuatan itu menjadi ruang bagi para Preman untuk bertindak lebih ganas karena dilindungi oleh perusahaan besar dan para oknum-oknum aparat.

Jalintar menilai dengan dibebaskannya para pelaku Pasal 170 KUHP atas tindakan pengeroyokan Agus Darma Wijaya oleh para pegawai Summarecon Gading Serpong, menandakan TIDAK INDEPENDENSINYA pihak Kepolisian Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dan tidak menghargai penegakan hukum di Indonesia.

“Disinilah Kapolri diuji dan penegakan hukum menjadi pertaruhan, sehingga publik menilai apakah Kapolri melalui Propam Mabes Polri dapat menindak tegas dengan mencopot Kapolres Tangsel beserta jajarannya (pulbaket),” ucap Jalintar.

Sementara itu, Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya yang biasa disapa Opan menyatakan kegilaan Summarecon mengeksekusi sepihak dan melakukan tindakan pengeroyokan terhadap Agus Darma Wijaya sudah sangat tidak berprikemanusiaan.

“Keputusan Pengadilan saja belum, dan masih proses sidang Perdata di Pengadilan Negeri Tangerang, kok bisa Summarecon melakukan eksekusi tanpa adanya surat keputusan PN,” tegas Opan.

Untuk itu aksi yang digelar di dua (2) titik yakni Plaza Sumamrecon Kelapa Gading, Pulogadung Jakarta Timur dan Mabes Polri sebagai bentuk perlawanan para jurnalis atas tindakan Summarecon Gading Serpong.

“Pada saat peristiwa eksekusi sepihak itu sangat jelas terlihat perbuatan melawan hukum yang dilakukan para pegawai Summarecon dengan mempertontonkan sikap arogansi dengan menutup akses pintu masuk kolega dan para wartawan yang datang ke perumahan Summarecon di Cluster Maxwell No. 28. Bahkan telah terjadi penyanderaan terhadap istri dan anak-anaknya oleh preman Summarecon,” ungkapnya. 

“Istrinya sama anak-anaknya disandera, bahkan barang-barang miliknya dikeluarkan dari rumah melalui pintu belakang kompleks, itu maling alias perampokan karena sampai detik ini belum diketahui keberadaan barang-barang miliknya Agus Darma Wijaya,” terang Opan. 

Menurut Opan, Efek aksi para jurnalis hari ini, sangat mempengaruhi nilai saham PT Summarecon Agung Tbk, “Sangat berpengaruh sahamnya itu, tadi dicek, pukul 11.30 Wib sudah mulai turun diangka 2,72%, dan sampai sore tadi turun lagi diangka 4,23%. Artinya pihak PT Summarecon Agung Tbk harus jeli yang dilawan ini adalah para wartawan dan bukan preman bayaran,” tegasnya. 

Opan menegaskan, FWJ akan kembali menurunkan massa dari seluruh wilayah untuk aksi kembali di 2 tempat dalam 7 hari ke depan.

“Tadi sudah kita koordinasikan ke wilayah-wilayah untuk turun aksi bersama-sama 7 hari ke depan. Titiknya Plaza Summarecon Kelapa Gading Jakarta Timur dan Bursa Efek Jakarta (BEJ). Kalau tadi itu aksi kita hanya untuk perkenalan saja, tapi 7 hari ke depan kami akan melakukan aksi kembali dengan jumlah massa para jurnalis yang lebih besar. Insya Allah sekitar 1.500 massa jurnalis dari Jabodetabek,” pungkas Opan.(BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA