Sri Lintang: Persoalan Sampah di Tangsel Kapan Selesainya?

waktu baca 2 menit
Minggu, 6 Nov 2022 00:02 475 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Sampah di wilayah Kota Tangerang Selatan menjadi persoalan yang pelik dan amat serius. Pasalnya, tempat pengelolaan akhir, yaitu TPA Cipeucang sudah nyaris tak sanggup lagi menampung beban sekira 900 ton sampah setiap hari. Selain itu, masih ada beberapa masalah lain yang menyebabkan persoalan sampah tidak bisa diselesaikan dengan segera.__________Baca Juga : Sri Lintang Lakukan Kunker Menindaklanjuti Keluhan Warga Kayu Gede 3 Paku Jaya Soal Drainase dan PJU

“Kerjasama Pemkot Tangsel dengan Pemkot Serang untuk penanganan sampah di TPA Cilowong dalam pelaksanaannya belum sesuai harapan, meski sudah masuk tahun kedua perjanjian,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tangerang Selatan Sri Lintang Rosi Aryani menanggapi persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan.

Jika realisasi kerjasama itu sesuai harapan, menurut Lintang, masalah sampah tidak serumit seperti sekarang. “Penganggaran kerjasama selama tiga tahun dengan kompensasi sebesar Rp21,7 miliar ini mestinya dapat mengurangi beban permasalahan sampah di Kota Tangsel,” tandasnya.

Baca Juga : Raih WTP Berturut-turut, Politisi PKS Lintang Rosi Aryani Minta Pemkot Tangsel dapat Turunkan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

Karena persoalan sampah menjadi janji Pemerintah Benyamin Davnie dan Pilar Saga untuk segera diselesaikan, sambung Lintang, maka dia mendorong Pemkot Tangsel untuk mencari terobosan baru dengan memperhitungkan waktu hingga sebelum masa periode jabatannya habis.

“Program penerapan inovasi teknologi mengubah sampah menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah harus segera direalisasikan,” ujarnya. 

Baca Juga : Sri Lintang Meminta Pemerintah Bijak dalam Mengambil Keputusan Terkait Syarat Pelayanan Publik Harus Melampirkan Kepesertaan BPJS Kesehatan

Masyarakat, kata Lintang, menunggu-nunggu kabar baik dari janji Pemkot dalam upaya penanganan sampah. Ditambah lagi, sambungnya, pentingnya Pemkot dapat mendayagunakan serta mengoptimalkan peran bank-bank sampah yang telah terbentuk di berbagai lingkungan masyarakat.

“Sekarang bagaimana kerja keras Pemkot dalam mengatasi sampah yang sebenarnya sudah dibekali dengan perangkat kebijakan yang ada. Jangan sampai target tak tercapai hingga akhir masa jabatan Benyamin dan Pilar Saga,” pungkasnya. (BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA