TOLAK Undang-undang Omnibus Law, BEM se-Indonesia akan Turun ke Jalan BESAR-BESARAN

oleh -17.502 views

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berencana akan menggelar aksi demonstrasi BESAR pada hari Kamis (08/10/2020) mendatang. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia tersebut akan menyuarakan penolakan RUU Omnibus Law (Cipta Kerja) usulan pemerintah yang baru saja disahkan oleh DPR RI.

“Rencananya tanggal 8 Kamis besok BEM SI akan turun ke jalan dalam Aksi Nasional,” terang Koordinator Media Aliansi BEM SI Rizky Ramadhany kepada MediaBantenCyber.co.id, Selasa (06/10/2020).

Lanjut Rizky, BEM SI belum menentukan lokasi demonstrasi, dirinya hanya mengatakan bahwa aksi demonstrasi tersebut akan mengerahkan mahasiswa dalam jumlah yang sangat besar.

“Untuk aksi nasional BEM SI tersebut akan banyak mahasiswa yang akan berpartisipasi, Karena untuk Aksi BEM SI setiap aksi akan mengajak seluruh mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri dan juga Perguruan Tinggi Swasta yang masuk ke dalam anggota BEM SI,” terangnya.

“Aksi BEM SI pada hari Kamis nanti adalah Penolakan UU Omnibus Law (Cipta Kerja), dan juga MOSI TIDAK PERCAYA  atas Ketidakberpihakan pemerintah kepada rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Ditambahkan Rizky, BEM Seluruh Indonesia akan menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Slogan Mosi Tidak Percaya juga akan disuarakan kepada Pemerintah dan juga DPR.

Sebelumnya Aliansi BEM SI telah menyerukan Mosi Tidak Percaya kepada DPR dan Pemerintah pada Minggu (04/10/2020). Mereka menilai Pemerintah dan DPR telah mematikan hak hidup rakyat dan lingkungan karena mengesahkan RUU Omnibus Law (Cipta Kerja).

Penolakan tidak hanya datang dari kelompok mahasiswa, tetapi juga dari kalangan buruh. Sejumlah Serikat Buruh sudah sejak jauh hari MENOLAK dan akan menggelar Aksi Mogok Nasional. Mahasiswa juga menilai pemerintah telah GAGAL dalam menanggulangi wabah pandemi Covid-19 yang sudah sekian bulan mewabah di Indonesia.

DPR sendiri mempercepat pengesahan RUU Omnibus Law (Cipta Kerja) menjadi hari Sabtu (03/10/2020). Menurut fraksi Demokrat yang menolak RUU tersebut, rapat paripurna pada Sabtu kemarin digelar mendadak. (BTL)