MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Kokam Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah MENGUTUK KERAS Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando si “manusia kebal hukum” atas postingannya di media sosial yang menghina mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005 – 2015 Prof Dr Din Syamsuddin dengan sebutan “si dungu”.
Postingan Ade Armando tersebut berkaitan dengan diskusi Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama) dengan topic “Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19”.
“Isu pemakzulan Presiden digulirkan oleh Muhammadiyah. Keynote Speakernya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual Corona menunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat,” demikian tulis Ade Armando di akun media sosialnya.
Wakil Ketua PWPM Jateng, Andika Budi Riswanto, menduga unggahan Ade Armando merupakan pencemaran nama baik dan fitnah yang sangat menyakitkan bagi warga Persyarikatan Muhammadiyah.
“Pertama fitnah tuduhan Muhammadiyah telah menggulirkan isu pemakzulan Presiden. Kedua penghinaan dan pencemaran nama baik kepada Bapak Din Syamsudin, dengan menyebutkan si dungu kepada tokoh nasional yang merupakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005 – 2010 dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat tahun 2015 – 2020,” kata Andika melalui surat resminya, Senin (01/06/2020).
Andika mengatakan, jika dalam tempo paling lama 7 hari setelah somasi ini diterbitkan, tidak ada itikad baik dari pemilik dan admin akun facebook Ade Armando untuk melaksanakan isi somasi ini, maka pihaknya akan melakukan upaya – upaya hukum.
“Kami akan melaporkan tindak pidana dan melakukan tindakan hukum lain yang dianggap perlu,” tandasnya.
Menurut Andika, postingan tersebut dilakukan dengan sengaja untuk menyerang kehormatan dan nama baik Persyarikatan Muhammadiyah dan pribadi Din Syamsudin.
“Komam PWPM Jawa Tengah MENGUTUK KERAS tindakan tersebut dan menuntut kepada pemilik dan admin akun facebook Ade Armando untuk mencabut postingannya di media social facebook pada tanggal 1 Juni 2020 tersebut, serta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Persyarikatan Muhammadiyah dan kepada Prof Dr Din Syamsudin, terkait postingannya tersebut melalui 5 media massa televisi nasional, 5 media massa cetak nasional, 5 media massa berbasis jaringan internet nasional, dan di halaman media – media social Ade Armando,” tegasnya.
Seperti diketahui, pagi tadi akun media sosial facebook Ade Armando memposting secara umum status yang berbunyi : “Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote Speakernya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual Corona menunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat” dengan melampirkan flyer foto Bapak Din Syamsudin di bawahnya. (BTL)
Tidak ada komentar