MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap peranannya sebagai pemimpin ibukota. Menurutnya, sebagai pejabat publik, ia harus siap dengan kritikan, cacian, dan juga hinaan sekalipun.
“Kalau menjadi pejabat publik harus siap dicaci – maki, harus siap dihina – hina,” kata Anies. Sebagaimana sering diucapkan dalam twit-nya jauh sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Bagi Anies, cacian dan hinaan bukan hal yang aneh. Malah menurutnya merupakan hal yang biasa saja. Sebab, kata Anies tidak ada proses yang mudah dan lurus. Anies mengenang bagaimana sosok bapak bangsa H Agus Salim yang dihina oleh massa forum saat masuk ke panggung pertemuan.
Kala itu, H Agus Salim diteriaki “embek” oleh massa. Padahal, H Agus Salim merupakan figur bapak bangsa, bapak diplomat, bahasa yang dikuasai banyak, pengalamannya luar biasa, keilmuannya juga luar biasa dalam.
“Maksud saya, kalau sekarang kita digambar – gambar ya biasa aja gituloh, wong H Agus Salim yang begitu hebatnya saja dihina – hina kok. Kita ini siapa jika dibanding dengan bapak H Agus Salim,” ujarnya dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Relawan Anies Baswedan di Facebook, Jumat (18/09/2020).
Anies Baswedan meminta kepada seluruh pejabat publik agar apa yang dilakukan dan dikerjakan merupakan sesuatu yang benar, dan sampaikanlah informasi itu dengan baik.
“Makanya saya sering bilang bahwa saya tidak begitu terpengaruh dengan apa yang ditulis di sosial media hari ini. Saya lebih khawatir dengan apa yang ditulis oleh sejarawan di masa depan,” tegas Anies.
Dan kini, Anies menunjukkan jika apa yang ditulisnya jauh sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta sesuai dengan apa yang dilakukannya ketika mengambil kebijakan sebagai Gubernur DKI.
“Bagi Anies tugasnya seorang pemimpin itu mengambil keputusan lalu jalan tanpa bisa ditawar – tawar oleh siapapun termasuk cukong, habis itu Tawakal Alallah,” pungkasnya. (BTL)
Penulis adalah seorang Netizen
Tidak ada komentar