Diduga Guru SDN Bugel 4 Tidak Becus Mendidik Siswanya, Sebabkan Murid Mogok Bersekolah

waktu baca 2 menit
Kamis, 14 Jul 2022 14:51 664 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id(MBC) Kota Tangerang, SDN Bugel 4 kecamatan Karawaci Kota Tangerang diduga menahan raport salah satu muridnya yang bernama Sinta Amelia, dengan alasan dari pihak sekolah karena tidak pernah masuk kelas atau kebanyakan bolos sekolah.

Selain itu, menurut informasi yang diterima MediaBantenCyber.co.id, cara mengajar gurunya pun DIDUGA tidak mendidik, seperti saat Sinta Amelia dipukul dengan kotak pensil oleh salah satu teman sebangkunya, dan gurunya pun melihat hal tersebut, akan tetapi guru tersebut hanya diam saja tidak menegurnya.

“Amel dipukul sama teman di sekolah padahal guru melihat tapi diam saja,” kata Amel murid yang bersekolah di SDN Bugel 4 dengan nada sedih, karena itu Amelia tidak mau bersekolah lagi.

Dilain sisi, saat momen pembagian raport, Sinta Amelia diminta untuk menghadap kepada guru yang bernama Bu Yani, Amelia mengatakan sambil menirukan ucapan gurunya, sambil gurunya menggebrak mejanya dan dengan nada suara keras.

“Buat apa dikasih raport ulangan saja tidak dikerjakan,” tutur Sinta Amelia bersedih dan ketakutan karena kaget ditegur dengan cara kasar seperti.

Diketahui, informasi yang didapat dari Mediabantencyber.co.id bahwa terjadi pembullyan di sekolah tersebut terhadap siswi yang tidak naik kelas, dari kejadian tersebut membuat siswa yang akan berdampak pada psikologi anak tersebut menjadikan trauma untuk sekolah kembali atau mogok sekolah.

Saat dikonfirmasi ke sekolah SDN Bugel 4 melalui telepon salah seorang guru, Bu Yani sedang tidak berada di sekolah. Padahal masih pukul 13.30 wib. Alasannya sedang di rumah, saat wartawan ingin ke rumahnya katanya sedang di Jakarta, begitu juga saat diminta nomor teleponnya bu Yani enggan memberikannya.

Sementara itu, Ketua LSM Rumah Mutiara Edy Syahputra Tanjung S.Sos, menyatakan dirinya mendengar kabar tentang pem-bully-an tersebut. LSM yang bergerak dalam bidang perlindungan anak tersebut akan terus menginvestigasi permasalahan termasuk memantau perkembangan dari psikologis dari Amel.

“Anak-anak harus dilindungi dan diselamatkan baik secara fisik maupun psikis,” tegas Edy Saputra Tanjung. Kamis (14/07/2022). (BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA