Oleh: M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik dan Kebangsaan) MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Bandung, Setelah ramai bacaan “kenegaraan” Presiden Jokowi komik Sin Chan kini cuitan Mahfud MD soal asyik menikmati sinetron “Ikatan Cinta” dikomentari Netizen. Masalahnya bangsa Indonesia saat ini sedang serius menghadapi lonjakan angka korban pandemi Covid 19. Terkesan Menko Polhukam tidak peka dengan penderitaan rakyat Indonesia. Sempat-sempatnya pamer kegiatan dengan menonton sinetron.____________Baca Juga : Gelar Deklarasi, Pendekar dan Jawara Banten Kawal Kebijakan Fase New Normal
PPKM Darurat menyulitkan rakyat akibat mobilitas yang terganggu. Ekonomi keluarga menjadi morat marit. Pengangguran terjadi dimana-mana dan usaha-usaha gulung tikar. Mencoba eksispun diobrak-abrik oleh petugas yang berdalih menjalankan tugas. Tidak ada pola yang sistematis dalam penanganan. Main labrak sok disiplin. Wajar jika di sana sini ada perlawanan.
Baca Juga : Jokowi Tidak Mengeluarkan Kebijakan Pelonggaran PSBB
Luhut sang Koordinator Jawa-Bali yang asalnya sangat jumawa dan yakin dapat cepat mengendalikan pandemi ternyata brat bret brot juga terhuyung-huyung dalam bekerja. Lalu minta bantuan internasional yang tentu saja China termasuk di dalamnya. “Skenario terburuk sudah disiapkan” kata Luhut. Ya itulah, SOS dunia, bendera putih.
Di sisi lain Menteri masih sempat pula piknik ke luar negeri. Meninves Bahlil Kahadilia dan Mendag M Luthfi di tengah PPKM berada di New York berjalan-jalan tanpa masker. Lucunya Presiden menurut Pramono Anung kecewa atas Menteri yang melawat ke luar negeri. Aneh, ke Amerika tanpa koordinasi istana. Pura-pura atau benar-benar “lost of control” ?
Baca Juga : Dukung Kebijakan Pemerintah, Ini Langkah yang Dilakukan Polda Banten
Kembali ke Ikatan Cinta Mahfud MD yang mengomentari soal skenario pembunuhan yang tanpa ilmu. Pengakuan bukan bukti utama dalam pidana, kata Mahfudz. Begitu peduli dengan sinetron cinta yang ada pembunuhannya. Lupa bahwa di alam sebenarnya ada enam anak bangsa dibunuh dengan biadab oleh aparat yang Mahfud menganggap biasa saja. Mahfud tidak ngerti ilmu hukum pidana, peristiwa pembunuhan seperti itu adalah kejahatan kemanusiaan. Pelanggaran HAM berat, Professor !
Baca Juga : Ketua PP Muhammadiyah: Indonesia Negara Muslim Terbesar, Kebijakan Miras Adalah Perbuatan Sangat Buruk !
Ikatan Cinta adalah kisah kepanikan. Mahfud panik lari ke dunia sinetron. Bahlil dan Luthfi lari ke Amerika. Luhut lari ke China. Jokowi mungkin lari ke ruang semedi. Tidak cepat mengambil alih komando pandemi. Istana sebenarnya sedang panik dalam tiga dimensinya kesehatan, ekonomi, dan politik.
Kesehatan karena lonjakan korban yang meninggal mencapai 70 ribu, ekonomi macet dan hutang di atas 6000 triliun, politik mendapat serangan dari oposisi yang menilai Jokowi anti demokrasi dan melanggar hak asasi. PPKM Darurat adalah awal dari pengibaran bendera putih untuk kedaruratan multi dimensi.
Semua itu karena ulah Jokowi sendiri. Akibat dari sikap dan kebijakan yang lebih mengutamakan ikatan cinta istana ketimbang cinta rakyat. Ikatan cinta rakyat kepada istana akan semakin longgar bahkan mungkin segera lepas.(BTL)
Tidak ada komentar