Langkah dalam Menata Pendidikan Nasional untuk Mencapai Cita-cita Bangsa yang Cerdas

waktu baca 4 menit
Jumat, 13 Des 2024 17:28 1069 admin22

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Menyusun Pendidikan Nasional merupakan langkah strategis untuk mewujudkan tujuan bangsa yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing yang kuat. Pendidikan yang direncanakan dengan baik akan menghasilkan generasi yang tidak hanya menguasai pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki nilai-nilai positif yang membentuk karakter dan berintegritas.

Dengan adanya Pendidikan yang berkualitas, siswa dapat dipersiapkan dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman, dan memungkinkan mereka untuk bersaing di tingkat internasional.

Selain itu, pendidikan yang merata dan inklusif menjamin bahwa setiap lapisan masyarakat, tanpa kecuali, mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan bangsa.

Foto ilustrasi: Tantangan dalam Menunjang Pendidikan. Doc : Wahidin alvinrani

Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan individu-individu yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan keyakinan.

Langkah penting dalam menata Pendidikan Nasional sebagai berikut :

1. Meningkatkan Akses Pendidikan

Di Indonesia, masih terdapat banyak wilayah terpencil yang sulit diakses. Kondisi ini sering kali menjadi hambatan bagi anak-anak di daerah tersebut untuk mendapatkan pendidikan yang memadai. Oleh karena itu pemerintah diharapkan untuk membangun infrastruktur Pendidikan yang memadai dan mendekatkan fasilitas Pendidikan ke masyarakat, memastikan bahwa semua warga negara dapat mengakses Pendidikan yang berkualitas terutama di daerah terpencil atau daerah yang kurang berkembang. Pemerintah perlu membangun dan memperbaiki fasilitas Pendidikan, seperti sekolah, membangun sarana transportasi sehingga siswa dapat dengan mudah menuju sekolah.

Penyebab utamanya yaitu :

a. Minimnya infrastruktur pendidikan yang tidak layak, contohnya bangunan sekolah yang rusak, atap bocor, dinding retak, atau lantai berlubang.

b. Jarak sekolah yang jauh

C. Minimnya inovasi dan teknologi terhadap ketiadaan akses internet atau perangkat teknologi yang dapat menunjang proses pembelajaran

d. Terbatasnya sarana belajar membuat anak-anak di daerah terpencil kesulitan mengenyam pendidikan.

Baca Juga : Langkah Korban Mafia Tanah di Kabupaten Tangerang Terus Berjuang Menanti Eksekusi Putusan Inkrah

Selain itu, faktor kemiskinan juga menjadi tantangan besar. Banyak keluarga di pedesaan yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, sehingga biaya pendidikan dianggap sebagai beban yang sulit dipenuhi.

Situasi-situasi tersebut dapat menghalangi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang bermutu, padahal pendidikan adalah hak dasar mereka.

2. Mengintegrasikan Teknologi dalam Pendidikan

Menggunakan teknologi informasi untuk memperbaiki metode pembelajaran, menyediakan akses yang lebih luas ke sumber daya pendidikan, dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan digital di masa depan. Selain itu, mengembangkan platform pembelajaran online yang dapat diakses oleh semua kelompok masyarakat.

Contoh platfrom dalam memanfaatkan teknologi dalam Pendidikan yaitu :

a. Ruang Guru

Platform ini menawarkan berbagai materi pelajaran yang dapat diakses oleh siswa dari berbagai latar belakang. Siswa dapat belajar secara interaktif melalui video pembelajaran, latihan soal, dan ujian.

b. Zoom atau Google Meet

Zoom atau Google Meet: Digunakan oleh sekolah dan universitas untuk menyelenggarakan kelas secara online, sehingga siswa yang berada jauh atau di daerah terpencil tetap dapat mengikuti pelajaran tanpa harus hadir secara langsung di sekolah.

C. E-book

Platform seperti Google Books atau E pustaka menawarkan akses gratis atau dengan biaya rendah ke buku pelajaran dan referensi yang bisa diunduh oleh siswa di seluruh Indonesia, termasuk di daerah yang sulit mengakses buku fisik.

3. Peningkatan Anggaran Pendidikan

Memastikan anggaran Pendidikan minimal 20% dari APBN/APBD, sesuai amanat UUD 1945 Pasal 31 Ayat 4. Dijelaskan bahwa anggaran pendidikan harus dialokasikan minimal 20 persen dari APBN dan APBD. Memprioritaskan anggaran untuk keperluan dasar, seperti pembangunan infrastruktur, pembayaran gaji guru, dan penyediaan fasilitas belajar. Mengarahkan dana agar tepat sasaran, khususnya ke wilayah terpencil dan wilayah tertinggal yang paling membutuhkan. Pemerintah diharapkan untuk memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran guna mencegah terjadinya kebocoran atau tindakan korupsi, mengajak partisipasi masyarakat serta lembaga independen dalam memantau distribusi dan pemanfaatannya.

Berikut Manfaat Peningkatan Anggaran Pendidikan yaitu :

a. Infrastruktur yang memadai

b. Kesejahteraan Guru

C. Peningkatan kualitas Pembelajaran

Dengan anggaran pendidikan yang cukup dan pengelolaan yang efektif, pemerintah dapat membangun sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan di masa depan.

Langkah-langkah dalam mengatur Pendidikan Nasional untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang cerdas melibatkan upaya yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Ini mencakup peningkatan akses pendidikan, peningkatan kualitas guru, penyediaan fasilitas dan teknologi yang memadai, serta pembaruan kurikulum yang relevan.

Selain itu, penting untuk melibatkan masyarakat dan orang tua dalam mendukung pendidikan, serta memastikan anggaran yang cukup dan dikelola secara transparan.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat terbentuk sistem pendidikan yang inklusif, merata, dan mampu menghasilkan generasi yang cerdas serta siap menghadapi tantangan di masa depan. (red)

Oleh : Nashwa Fayyaza Ramadhanisya (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA