Sekolah SD Negeri dan SMP Swasta di Kota Tangerang DIDUGA “Salah Gunakan” Kartu Indonesia Pintar

waktu baca 3 menit
Selasa, 27 Sep 2022 16:24 531 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang, Beberapa sumber yang juga sekaligus korban penerima manfaat KIP (Kartu Indonesia Pintar) DIDUGA telah disalahgunakan oleh sekolah yang nakal Karena seharusnya penerima manfaat dapat mencairkan langsung ke pihak Bank, namun ironisnya pihak penerima manfaat tidak pernah mencairkan dan menerima dana tersebut. Pihak oknum sekolah mencairkan sendiri tanpa sepengetahuan pihak penerima manfaat, bahkan dana tersebut tidak pernah diberikan kepada pihak penerima.___________Baca Juga : Miris Sarana Pendidikan di SD Negeri Curug Manis Kota Serang Memprihatinkan

Atas kejadian tersebut, pihak sumber penerima manfaat alias korban mempertanyakan kepada pihak yang melakukan pencairan tersebut. Menurut keterangan dua orang sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu, anaknya bersekolah di sekolah Itu dan menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diprogramkan oleh pemerintah pusat tahun 2014 berupa bantuan tunai untuk keluarga miskin.

Baca Juga : Keluarga Miskin Siswa SMAN 6 Kota Tangsel Mengeluh Kesulitan Membuat Kartu KIP dan PIP

Adapun pihak sekolah yang dimaksud adalah SD Negeri Jati 3 yang beralamat Jalan Jatiuwung RT 001/004 Kelurahan Jatiuwung, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Dan saat ini Plt Kepsek nya Yudi Suyitno dan juga Yayasan Pendidikan Islam SMP Raudhah Barmawiyah Kepseknya Emin Muhaimin dan Neneng selaku Kesiswaan yang beralamat di Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

Baca Juga : PPDB SD Negeri Cipondoh Makmur “NYELENEH”, Rumah Depan Sekolah Siswa Tidak Diterima

“Kami harapkan kepada pihak dinas Pendidikan Kota Tangerang untuk menindaklanjuti permasalahan ini dan juga patut dipertanyakan dengan pihak oknum sekolah yang tersebut dan menindak tegas sekolah tersebut. Kalau perlu dilaporkan saja ke pihak Pemerintah Pusat dan Kejaksaan,” ucap Nani (nama samaran).

Sementara itu, Plt Kepsek SD Negeri Jati 3, saat akan dikonfirmasi tidak ada di tempat, dan terkesan sengaja menghindar, dan saat salah seorang gurunya diminta untuk menghubungi kepseknya, guru tersebut terkesan tidak kooperatif.

Di tempat terpisah, Kepsek SMP Raudhah Barmawiyah saat akan dikonfirmasi awak media juga tidak ada di tempat, bahkan saat coba dihubungi melalui telepon selulernya yang bersangkutan tidak mau mengangkat telepon selulernya, dan akhirnya tujuan konfirmasi awak media diwakilkan oleh Neneng bidang Kesiswaan SMP Raudhah Barmawiyah. 

Baca Juga : Diduga Guru SD Negeri Bugel 4 Tidak Becus Mendidik Siswanya, Sebabkan Murid Mogok Bersekolah

Dalam kesempatan tersebut Neneng membantah tidak benar kalau pihak orang tua dan murid tidak tahu dalam proses pencairan uang KIP tersebut, karena pada saat pencairan ke bank oleh pihak sekolah mereka ikut, tujuannya agar setelah siswanya menerima dana KIP tersebut langsung diminta oleh pihak sekolah untuk membayar kewajiban-kewajiban yang belum dibayar kepada pihak sekolah.

“Tapi bagi siswa yang tidak punya sangkutan bayaran kepada pihak sekolah maka uang KIP tersebut diberikan langsung. Silahkan saja lapor ke pihak dinas,” kata Neneng. (Risti & Adhari)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA