Terkait PT PITS, DPRD Tangsel Dinilai Tidak Punya Nyali Kritisi Walikota

waktu baca 2 menit
Kamis, 28 Okt 2021 20:45 349 Redaksi

MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Kota Tangerang Selatan, Terkait lemahnya fungsi kontrol dan pengawasan DPRD Tangsel terhadap PT PITS dan tidak tahu RJPP-nya, salah satu tokoh masyarakat menganggap DPRD banci dan tidak punya nyali untuk mengkritisi kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Wali Kota-red).  Hal tersebut disampaikan oleh Heri Sumardi pada sesi tanya jawab diskusi FGD yang di inisiasi oleh SMSI dan LIRA dengan tema Untung Rugi PT PITS di ruang Aspirasi DPRD Kota tangsel, Rabu (27/10/21).

Diketahui bahwa kinerja PT PITS sendiri masih belum maksimal dan belum memberikan keuntungan apapun setelah berdiri kurang lebih 8 tahun dengan modal yang sudah diberikan sebesar 65 Miliar.

Menurut Heri Sumardi, seharusnya DPRD Kota Tangsel, langsung memanggil Walikota Tangsel sebagai pemilik saham terbesar di PT PITS dan meminta segera melakukan RUPS Luar Biasa guna mengganti direksi-direksi yang sudah tidak produktif lagi.

“Untuk apa mempertahankan orang yang sudah tidak produktif lagi, walaupun pengawasan terbentur dengan peraturan terkait Perseroan terbatas, setidaknya DPRD kritis, meminta penjelasan secara detail analisa bisnisnya PT PITS,” tandas mantan anggota dewan pertama kali terbentuknya Kota Tangsel kala itu.

Disisi yang sama, anggota Fraksi PSI DPRD Kota Tangerang Selatan Emanuella Ridayati mempertanyakan di mana profitnya PT PITS dan keberpihakan terhadap masyarakat (Social welfare), hal ini yang kemudian membuat fraksi PSI DPRD Kota Tangsel menyoroti BUMD PT PITS.

Baca Juga : Tanggapi Keluhan Warga Terkait Limbah B3 PT Isano Lopo Industri, Begini kata Kades Cirarab

“Saya sempat ditanyakan sama konstituen, yang mempertanyakan apa yang dihasilkan oleh PT PITS untuk Pemkot Tangsel dan masyarakatnya,” kata Rida sapaan akrabnya.

Menanggapi hal tersebut, Sugeng selaku Direktur Operasional PT PITS menjelaskan bahwa pihaknya sudah memberikan profit walaupun belum maksimal dan menyerap tenaga kerja sebanyak 25 pegawai berasal dari Kota Tangsel.

“Saat ini trendnya positif, dan memiliki Profit sebesar 4 Milyar, dan saat ini kita sudah menyerap tenaga kerja sebanyak 25 pegawai,” terang Sugeng.(BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA