Oleh: Yusuf Blegur (Aktivis 98 / Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta / FKSMJ) MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Begitu banyak profesor dan doktor mengelilingi rezim dinasti. Alih – alih menggunakan penelitian dan kajiannya membatalkan IKN (Ibu Kota Nusantara), mempersoalkan KKN dan menyelesaikan semua problematika negeri, seperti layaknya yang dilakukan para akademisi. Istana dan pejabatnya malah sibuk dalam ilusi dan diperbudak Oligarki.
Mengabaikan rakyat yang punya aspirasi, birokrasi larut dalam kontroversi dan tradisi halusinasi.
Baca Juga : Purnawirawan Menggugat Oligarki dan Pengkhianatan Demokrasi
Ramai-ramai ke Penajam pasir membawa tanah dan air. Betapa miris mengaku intelektual dan tajir, tapi gemar dengan ritual yang sumir. Negara tak pernah hadir saat rakyat diperkosa haknya dan ditindas hingga darah mengalir. Sementara banyak pejabat berpikir dan bertindak layaknya orang – orang pandir.
Baca Juga : FMMB BSD Gelar Kajian Safari Sabtu Subuh (S3) Bersama Ubedilah Badrun Terkait Oligarki
Pemimpin tak manusiawi memang identik miskin prestasi, lebih dikenal sebagai sosok penuh basa-basi dan kerapkali gagal memenuhi janji. Jangankan menjadi presisi dan setia pada konstitusi, kepemimpinannya justru dipenuhi manipulasi dan halusinasi.
Mengabaikan religi dan budi pekerti, sambil asyik mengurusi KENDI.
Baca Juga : Unjuk Rasa di Thailand Serta Myanmar Bentuk Penentangan Kepada Rezim Otoriter dan Oligarki!
Sesajen mulai bertebaran, usai bedil yang memborbardir. Kemah di hutan menutupi infrastruktur yang tak berhasil dan bandara yang jadi tempat parkir. Jadilah rezim dzolim yang pantas menyandang gelar amatir.
Berupaya menepis pesimis dan frustasi yang menggelayuti mistis, sembari tanpa sadar menunjukkan iman dan aqidah nya yang fakir. (BTL)
Tidak ada komentar