KENDI OLIGARKI

waktu baca 2 menit
Rabu, 16 Mar 2022 12:13 438 Redaksi

Oleh: Yusuf Blegur (Aktivis 98 / Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta / FKSMJ)  MediaBantenCyber.co.id – (MBC) Jakarta, Begitu banyak profesor dan doktor mengelilingi rezim dinasti. Alih – alih menggunakan penelitian dan kajiannya membatalkan IKN (Ibu Kota Nusantara), mempersoalkan KKN dan menyelesaikan semua problematika negeri,  seperti layaknya yang dilakukan para akademisi. Istana dan pejabatnya malah sibuk dalam ilusi dan diperbudak Oligarki. 

Mengabaikan rakyat yang punya aspirasi, birokrasi larut dalam kontroversi dan tradisi halusinasi.

Baca Juga : Purnawirawan Menggugat Oligarki dan Pengkhianatan Demokrasi

Baca Juga : Dalam Keadaan Tidak Dapat Berjalan Karena Sakit Diabetes, Ayahanda Tito YRA Annaba Tetap Berangkat Takziah ke Rumah Duka

Ramai-ramai ke Penajam pasir membawa tanah dan air. Betapa miris mengaku intelektual dan tajir, tapi gemar dengan ritual yang sumir. Negara tak pernah hadir saat rakyat diperkosa haknya dan ditindas hingga darah mengalir. Sementara banyak pejabat berpikir dan bertindak layaknya orang – orang pandir.

Baca Juga : FMMB BSD Gelar Kajian Safari Sabtu Subuh (S3) Bersama Ubedilah Badrun Terkait Oligarki

Baca Juga : FDKM Kota Tangerang Selatan Bersama BEM Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta Galang Donasi untuk Membantu Humaeroh Guru Pesantren Salsabila Serang

Pemimpin tak manusiawi memang identik miskin prestasi, lebih dikenal sebagai sosok penuh basa-basi dan kerapkali gagal memenuhi janji. Jangankan menjadi  presisi dan setia pada konstitusi, kepemimpinannya justru dipenuhi manipulasi dan halusinasi.

Baca Juga : Dua Elemen Besar Eksponen 98 Forkot dan FKSMJ Gelar Pertemuan Guna Memberikan Dukungan Kepada Ubedilah Badrun

Mengabaikan religi dan budi pekerti, sambil asyik mengurusi KENDI.

Baca Juga : Unjuk Rasa di Thailand Serta Myanmar Bentuk Penentangan Kepada Rezim Otoriter dan Oligarki!

Sesajen mulai bertebaran, usai  bedil yang memborbardir. Kemah di hutan menutupi infrastruktur yang tak berhasil dan bandara yang jadi tempat parkir. Jadilah rezim dzolim yang   pantas menyandang gelar amatir.
Berupaya menepis pesimis dan frustasi yang menggelayuti mistis, sembari tanpa sadar menunjukkan iman dan aqidah nya yang fakir. (BTL)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Unggulan

LAINNYA